// <![CDATA[PENGARUH JENIS DAN UKURAN MAKSIMUM AGREGAT KASAR PADA KINERJA SELF COMPACTING CONCRETE]]> 0423067401 - Bernadinus Herbudiman, ST., M.T. Dosen Pembimbing 1 MUHAMMAD SABRI HUDA / 222021134 Penulis
Kualitas self compacting concrete (SCC) dipengaruhi oleh bahan penyusunnya salah satunya yaitu agregat kasar. Jenis dan ukuran maksimum agregat kasar akan berpengaruh terhadap workabilitas dan kuat tekan beton. Pembuatan self compacting concrete dalam penelitian ini akan menggunakan dua macam jenis agregat kasar yaitu kerikil dan batu pecah serta ukuran maksimum yaitu 10 mm dan 20 mm. Perancangan beton menggunakan gabungan SNI 03-2834-2000 dan simple mix design Okamura. Parameter yang ditetapkan jumlah agregat kasar sebesar 50% volume padat, jumlah agregat halus 40% volume mortar, dan faktor air semen sebesar 0,28. fly ash 20% dari total powder, dan kadar superplasticizer 1,8% dari total powder. Parameter yang divariasikan sebagai berikut. komposisi agregat kasar sebanyak 100% pada semua jenis dan ukuran, serta gabungan 50% pada ukuran 10 mm dan 20 mm. Nilai slump flow tertinggi dengan diameter 620 mm dicapai oleh beton dengan penggunaan 100% agregat kasar jenis batu pecah ukuran maksimum 20 mm. kuat tekan tertinggi 73,53 MPa dengan penggunaan 100% agregat kasar jenis batu pecah ukuran maksimum 20 mm. kuat tekan pada kerikil 100% ukuran maksimum 10 mm, 20 mm serta 50% gabungan 10 mm dan 20 mm sebesar 52,06 MPa, 63,04 MPa 59,00 MPa sedangkan pada batu pecah 100% ukuran maksimum 10 mm, 20 mm dan gabungan 50% 10 mm dan 20 mm sebesar 55,98 MPa, 73,53 MPa, 62,38 MPa. pada penggunaan 100% kerikil ukuran maksimum 10 mm tidak mencapai kuat tekan rencana (kurang dari 53 MPa) namun variasi lainnya telah memenuhi kuat tekan rencana (lebih dari 53 MPa). Kata kunci: self compacting concrete, kerikil, batu pecah, ukuran maksimum, kuat tekan