// <![CDATA[PERENCANAAN JARINGAN LOKAL AKSES FIBER ( JARLOKAF ) DI STO AHMAD YANI BANDUNG.]]> WARIH WIBOWO / 11.2002.046 / EL Dosen Pembimbing 1
Dunia telekomunikasi saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Operator jasa telekomunikasi harus dapat menerapkan sejumlah teknologi yang bertujuan utnuk memberikan suatu tingkat kualitas pelayanan yang semakin baik dan sebagai sarana pengembangan jumlah pemakainya. PT. TELKOM sebagai salah satu penyedia jasa telekomunikasi dalam negeri telah memiliki banyak pelanggan. Teknologi telekomunikasi jaringan lokal akses tembaga (jarlokat) yang digunakan sebagai sebagai media transmisi, dimana kondisi kabel tembaga tidak mampu memenuhi permintaan satuan sambungan dengan beragam jenis layanan seperti web service maupun layanan video. Dari segi kapasitas jaringan diperlukan peningkatan karena kapasitas jaringan eksisting yang sudah tidak mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan demand. Pembahasan mengenai Jarlokaf di STO A Yani ini sebelumnya pernah dibahas M Eko Febrianto N, Mahasiswa STT Telkom Bandung 2006. Pada penyusunannya M. Eko menggunakan teknologi DPG Fast Link (PON), dengan perkiraan Demand sampai dengan tahun 2010 beserta perhitungan sisi ekonomisnya. Dalam tugas akhir ini direncanakan jaringan lokal akses fiber (jarlokaf) di STO A Yani Bandung, penggunaan teknologi adalah sistem DLC, perkiranaan Demand sampai dengan 2011 tanpa menyertakan perhitungan sisi nilai ekonomis. Adapun perangkat yang dibutuhkan adalah DLC tipe III 45 buah, DLC tipe IV 25 buah, DLC tipe V 2 buah, 288 buah konektor. Hasil perencanaan dianalisis kerja sistem yang mencakup analisa power link budget dan analisa rise time budget. Dari hasil analisis didapatkan bahwa jaringan yang ada memiliki margin daya yang besar, rugi-rugi saluran optik yang memenuhi standar, sehingga jarlokaf hasil dari perencanaan ini layak beroperasi.