// <![CDATA[RUMAH SAKIT UMUM KELAS B KABUPATEN BANDUNG BARAT]]> Tecky Hendrarto, Ir. MM. Dosen Pembimbing 1 Bambang Subekti, Ir. MT. Dosen Pembimbing 2 CITRA TRI PUSPITA / 21.2004.056 Penulis
Rumah sakit merupakan salah satu jaringan pelayanan kesehatan yang penting, sarat dengan tugas, beban, masalah dan harapan yang digantungkan kepadanya. Perkembangan jumlah rumah sakit di Indonesia, yang diikuti pula dengan perkembangan pola penyakit, perkembangan teknologi kedokteran dan kesehatan serta perkembangan harapan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit sehingga dibutuhkannya suatu sistem yang baik yang dapat mengatur dan mengelola segala sumber rumah sakit dengan sebaik-baiknya. Untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat, diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan yang dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan. Masyarakat di Kec. Padalarang, Kec. Ngamprah, dan Kec. Cipatat menilai, pelayanan kesehatan di tiga kecamatan tersebut masih minim. Salah satu penyebabnya, karena tidak tersedianya fasilitas rumah sakit. Saat ini, di ketiga kecamatan tersebut hanya terdapat puskesmas. Namun, di antara puskesmas yang ada, tidak ada satu pun yang dilengkapi dengan tempat perawatan (DTP). Sedangkan rumah sakit terdekat hanya ada di Cimahi yang berjarak puluhan kilometer. Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDM Kes) merupakan faktor penting dalam pemberian pelayanan kesehatan yang bermutu. Oleh karena itu, pengembangan SDM Kes merupakan faktor kunci dalam pencapaian dan peningkatan status kesehatan masyarakat. Maka dari itu untuk memenuhi pelayanan kesehatan masyarakat Kabupaten Bandung Barat, diperlukan adanya sarana untuk melayani kesehatan masyarakat yakni sebuah rumah sakit. Pelayanan yang terdapat dalam rumah sakit selain memberikan pelayanan medis yang maksimal terhadap kesembuhan juga diperlukan pelayanan dalam bangunan yang memberikan rasa kenyamanan sehingga dapat mempengaruhi kesembuhan pasien. faktor psikologis pasien juga harus diperhatikan dalam merencanakan bangunan rumah sakit dengan menerapkan unsur hijau pada rumah sakit yang dapat memberikan ketenangan dan sebagai salah satu alternatif pendukung teraphy kesembuhan pasien. maka dengan adanya Green Architecture sebagai tema perancangan pada bangunan rumah sakit, dapat menekankan pada penggunaan material yang ramah lingkungan dan meminimalkan pemanasan kawasan.