// <![CDATA[RANCANGAN SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU DRESS MENGGUNAKAN MODEL JOINT REPLENISHMENT DI LINGS KEBAYA]]> 0425107701 - Hendro Prassetiyo, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 HALDHA AULYA PUTRI / 132021099 Penulis
Lings Kebaya merupakan usaha milik perorangan yang bergerak dalam bidang konveksi. Permintaan konsumen di Lings Kebaya bersifat probabilistik, yang mana jumlah pesanan berfluktuasi serta tidak mengetahui parameter permintaan pada setiap periode. Perusahaan kerap melakukan pemesanan bahan baku secara terpisah dari supplier yang sama, sehingga menyebabkan ongkos pesan dan frekuensi pemesanan meningkat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah melakukan perbandingan model joint replenishment (Eynan & Kropp, 1998) dengan metode single item (EOQ). Hasil rancangan dengan metode joint replenishment memperoleh frekuensi pemesanan sebanyak 8 kali dalam setahun, sedangkan single item memperoleh frekuensi pemesanan sebanyak 11. Penghematan total ongkos persediaan dengan metode joint replenishment sebesar Rp8.992.826,45 dari total biaya persediaan kebijakan perusahaan. Penghematan total ongkos pesan dan ongkos simpan dengan joint replenishment sebesar 79% dari kebijakan perusahaan. Penghematan total ongkos pesan dan ongkos simpan dengan metode single item sebesar 71% dari kebijakan perusahaan. Metode joint replenishment lebih optimal dibanding metode single item, sehingga dapat meminimasi ongkos total persediaan dengan efisien. Berdasarkan hasil penelitian, Lings Kebaya disarankan untuk melakukan pemesanan bahan baku secara bersamaan agar dapat meminimasi ongkos pemesanan dan total ongkos persediaan.