// <![CDATA[PENGARUH PERSEPSI HARGA, STORE ATMOSPHERE, WORD OF MOUTH, DAN FEAR OF MISSING OUT (FOMO) TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN CAFE & DESSERT DENGAN FAKTOR DEMOGRAFI SEBAGAI VARIABEL MODERASI MENGGUNAKAN PLS-SEM]]> WINA ANISA ABRAR / 132021119 Penulis Yoanita Yuniati Mukti S.T., S. Psi., M.T. Dosen Pembimbing 1
Persaingan industri kuliner yang semakin tinggi khususnya cafe & dessert di Kota Bandung menuntut pelaku usaha untuk terus berupaya meningkatkan minat beli konsumen. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi minat beli konsumen, untuk mengetahui faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap peningkatan minat beli. Penelitian ditujukan untuk mengetahui pengaruh persepsi harga, store atmosphere, word of mouth dan fear of missing out (fomo) terhadap minat beli konsumen Kedai Roti Ibu Saya dan The Deli Bakes sebagai dasar usulan rekomendasi strategi pemasaran bisnis cafe & dessert. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, dan diperoleh 142 responden. Pengolahan data dilakukan menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat beli dipengaruhi secara positif signifikan oleh variabel persepsi harga, word of mouth, dan FOMO, sedangkan variabel store atmosphere tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen. Persepsi harga variabel paling signifikan dan berpengaruh terhadap minat beli dengan path coefficient sebesar 0.427, diikuti dengan word of mouth path coefficient 0,228, dan FOMO path coefficient yaitu 0,118. Pihak cafe perlu memperhatikan faktor harga yang sesuai dengan kualitas dengan harga yang wajar, serta rekomendasi dari ulasan positif dari lingkungan. Selain itu, perlu melakukan upaya yang dapat menjadikan cafe dan dessert menjadi trending/viral, tercipta rasa ingin mengikuti trend tersebut, yang dapat meningkatkan minat beli konsumen Kedai Roti Ibu Saya dan The Deli Bakes