// <![CDATA[Desain Stasiun Kiaracondong Penerapan Elemen Sirkulasi Terhadap Aksesibilitas Manusia Tema:]]> Nur Laela Latifah, ST. MT Dosen Pembimbing 2 Eggi Septianto, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 Amakarella Tandi Seru Matasak / 212016221 Penulis
Kota Bandung merupakan kota yang penduduknya masih menggunakan jasa transportasi kereta api untuk berpergian, jal ini dapat dilihat dari bertambahnya pengguna kereta api setiap tahunnyaterutama pada libur lebaran dan libur akhir tahun. Stasiun kiara condong adalah stasiun kereta api kelas besar kedua di kota Bandung. Permasalahannya daya tampung stasiun yang dianggap masih kurang memadai, masalh aksesibilitas manusia menjadi faktor perlunya pengembangan stasiun agar nyaman. Sehingga hasil perancangan stasiun kiaracondong akan menjadi stasiun yang dapat menampung jumlaha penumpang hingga tahun 2023. Memudahkan aksesibilitas manusia dengan membagi beberapa jalur sirkulasi, berupa jalur sirkulasi pejalan kaki, jalur siklasi kendaaarn, jalur sirkul;asi servis, dan memberikan jembatan penghubung (sky bridge) Stasiun Utara dan Stasiun Selatan. Selain itu juga stasiundapat beritegrasi pada bangunan dan kawasaan yang berpotensi di sekitas site dengan memberikan keleluasaan bagi pejalan kaki untuk mengakses bangunan khususnya membangun koneksi terhadap theme park yang berupa jembatan penghubung (sky brige). Kata Kunci: Bandung, staisun, aksesibilitas