// <![CDATA[PEMETAAN RISIKO BAHAYA RUTE JALAN A.H NASUTION - CIBIRU]]> Ir. Thahir Satrodiningrat, M.Sc. Dosen Pembimbing 1 ANDHIKA AHMAD AL GHIFARI / 222019259 Penulis
Jalan A.H Nasution termasuk salah satu jalan arteri primer yang berada di wilayah Bandung Timur. Jalan ini memiliki peran penting sebagai penghubung antara beberapa kawasan strategis, seperti Cicaheum, Ujungberung, hingga Cibiru. Sepanjang jalan tersebut terdapat pusat-pusat kegiatan seperti Pasar Ujungberung, kawasan komersial, sejumlah kantor pemerintahan maupun swasta, serta beberapa pusat industri, yang menyebabkan jalan ini menjadi salah satu koridor ekonomi penting di wilayah timur Bandung. Kondisi perlengkapan jalan dan geometrik jalan berupa lebar jalan mempengaruhi pengendara saat melewati ruas jalan ini sehingga dapat menyebabkan kecelakaan. Untuk meningkatkan keselamatan dalam di rute Jalan A.H Nasution-Cibiru diperlukan identifikasi risiko bahaya untuk memberi informasi pada pengguna jalan. Penilaian risiko bahaya dibagi menjadi 3 (tiga) segmen yaitu segmen 1 (STA 0+000 – STA 2+400), segmen 2 (STA 2+400 – STA 3+000), segmen 3 (STA 3+000 – STA 5+600) dengan metode yang digunakan menggunakan Angka Ekivalen kecelakaan (AEK), Upper Control Limit (UCL) dan pendekatan analisis 5W+1H. Dari 3 (tiga) segmen terdapat 2 (dua) segmen yang memiliki risiko bahaya paling besar yaitu pada segmen 1 (STA 0+000 – STA 2+400) dan segmen 3 (STA 3+000 – STA 5+600), 1 segmen yang memiliki risiko bahaya paling kecil yaitu pada segmen 2 (STA 2+400 – STA 3+000). Penanganan yang dilakukan berdasarkan hasil analisis yang telah ditinjau yaitu berupa perbaikan perlengkapan jalan, perbaikan trotoar dan pembuatan median jalan yang dilampirkan dalam bentuk pemetaan.