// <![CDATA[ANALISIS PERBANDINGAN STRUKTUR GEDUNG BETON KONVENSIONAL DAN BETON PRACETAK DENGAN BALOK DAN PELAT LANTAI PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR X DI KOTA BANDUNG]]> Nessa Valiantine Diredja, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 DINAR MAHARANI SEKAR ARUM / 222021011 Penulis
Perkembangan perekonomian Indonesia mendorong para pekerja pemerintahan membutuhkan kualitas kinerja yang baik. Salah satu faktor penunjangnya yaitu dengan memberikan ruang atau tempat yang layak untuk melaksanaakan aktivitas perkantoran dan menciptakan lingkungan kerja yang baik. Seiring dengan perkembangan inovasi di dunia konstruksi yang semakin modern membuat pekerjaan konstruksi semakin cepat dan efisien dalam pelaksanaanya. Metode konstruksi yang umum digunakan adalah beton konvensional dan beton pracetak. Penelitian ini bertujuan untuk mngetahui respon struktur dan kebutuhan tulangan pada setiap metode konstruksinya. Metode analisis struktur menggunakan software ETABS untuk menghasilkan output momen ultimate yang selanjutnya akan dilakukan perhitungan manual desain dan perhitungan manual kapasitas serta rasio bangunannya. Bangunan yang dimodelkan terdiri dari bangunan eksisting menggunakan beton konvensional dan bangunan menggunakan beton pracetak. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada respon struktur antara beton konvensional dan beton pracetak tidak teralu jauh perbedaanya sedangkan berdasarkan kekuatan strukturnya yang dilihat dari kapasitas penampang beton konvensional lebih tinggi dikarenakan efek monolit yang berbeda dengan beton praccetak yang tergantung pada efek sambungannya. Sehingga kekakuannya pada beton pracetak tidak bisa full rigid dan bisa bervariasi tergantung pada kekuatan sambungannya.