// <![CDATA[PERBANDINGAN ASPEK SINYAL TERHADAP KINERJA TUNDAAN DAN ANTREAN DI PERSIMPANGAN DENGAN PTV VISSIM]]> 0408087803 - Dr. Sofyan Triana, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 WAFI GHAFARA ARABY / 222021046 Penulis
Persimpangan merupakan elemen penting dalam jaringan jalan karena menjadi titik temu antar ruas jalan yang memungkinkan pergerakan kendaraan dan pejalan kaki dalam berbagai arah. Kinerja simpang bersinyal sangat dipengaruhi oleh aspek pengendalian sinyal lalu lintas yang berperan dalam mengatur aliran lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja simpang bersinyal terhadap variasi aspek sinyal dengan menggunakan simulasi mikroskopik pada perangkat lunak PTV Vissim. Metode penelitian dimulai dengan pengumpulan data sekunder dari berbagai sumber relevan. Simulasi yang dilakukan menggunakan Simpang Jalan Jawa – Jalan Sunda yang merupakan data sekunder. Data ini digunakan sebagai dasar dalam penerapan variasi aspek sinyal pada model simulasi. Evaluasi kinerja dilakukan dengan mengukur panjang antrean dan waktu tundaan dari masing-masing skenario sinyal. Hasil analisis terhadap empat variasi aspek sinyal, yaitu red-red/amber-green-amber, red-green-amber, red-green-flahing green-amber dan red-green-flashing green, ditemukan bahwa skenario red-green-flashing green menghasilkan kinerja paling baik berdasarkan indikator tundaan dan panjang antrean. Pada indikator tundaan, skenario ini mencatat nilai sebesar 19 detik di Jalan Sunda, 33 detik di Jalan Jawa dan 32 detik di Jalan Bangka, dengan rata-rata tundaan 28,00 detik. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata tundaan pada kondisi eksisting (34,67 detik), red-green-amber (30,00 detik) dan red-green-flashing green-amber (29,67 detik), menunjukkan efisiensi waktu tempuh yang lebih baik. Dari sisi antrean, red-green-flashing green menghasilkan panjang antrean sebesar 116,42 meter di Jalan Sunda, 91,34 meter di Jalan Jawa dan 68,41 meter di Jalan Bangka, dengan rata-rata 92,06 meter. Nilai tersebut tetap menunjukkan kondisi lalu lintas yang baik. Dengan demikian, variasi aspek sinyal red-green-flashing green dinilai sebagai alternatif terbaik karena mampu mengoptimalkan efisiensi waktu tanpa mengorbankan kapasitas simpang.