// <![CDATA[KAJIAN PERBANDINGAN SKEMA PEMBIAYAAN PROYEK ANTARA BANK KONVENSIONAL DAN BANK SYARIAH]]> Ir. Hazairin, M.T. Dosen Pembimbing 1 SATRIA MAHARDIKA / 222021124 Penulis
Penelitian ini mengambil objek pada proyek konstruksi Pembangunan Gedung Kantor PT PLN (Persero) Area Payakumbuh yang dalam pelaksanaannya membutuhkan pembiayaan eksternal akibat keterbatasan modal awal dari pihak kontraktor. Proyek ini membuka peluang penggunaan sumber pendanaan dari lembaga keuangan seperti bank konvensional dan bank syariah sebagai skema pembiayaan kredit konstruksi. Di tengah pelaksanaan, proyek mengalami kondisi force majeure selama tujuh bulan akibat pandemi COVID-19, yang berdampak pada waktu pelaksanaan dan dinamika pengembalian kredit. Kajian ini membahas perbandingan skema pembiayaan antara bank konvensional dan bank syariah menggunakan pendekatan analisis sensitivitas. Penilaian dilakukan dengan membandingkan nilai ekonomi menggunakan tiga indikator keuangan yaitu saldo kas akhir, Return on Debt (ROD), dan Effective Rate of Loan (ERL) dalam berbagai skenario. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran menyeluruh tentang potensi keuntungan dari kedua jenis skema pembiayaan dalam konteks arus kas proyek konstruksi. Pendekatan yang digunakan adalah metode campuran yang menggabungkan data kuantitatif dengan analisis numerik berupa simulasi cash flow dan data kualitatif berupa wawancara kepada pihak bank. Pendekatan ini memungkinkan integrasi antara kondisi keuangan proyek secara nyata dengan strategi pembiayaan yang ditawarkan oleh masing-masing bank. Hasil analisis menunjukkan bahwa bank konvensional memberikan keuntungan yang lebih tinggi ketika proyek menerima down payment, sedangkan bank syariah memberikan keuntungan yang lebih tinggi ketika proyek tidak menerima down payment, hal tersebut diperkuat oleh tiga indikator keuangan yang digunakan. Bank syariah menjadi pilihan yang lebih stabil dan ringan dalam kondisi yang tidak menentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemilihan skema pembiayaan sangat bergantung pada kondisi awal proyek dan risiko eksternal. Skema bank konvensional cocok digunakan pada proyek dengan dukungan modal awal, sedangkan bank syariah lebih menguntungkan saat modal terbatas atau proyek mengalami situasi yang tidak pasti.