// <![CDATA[ANALISIS ECCENTRICALLY BRACED FRAME GEDUNG SEKOLAH STRUKTUR BAJA DENGAN TIME HISTORY ANALYSIS]]> Erma Desimaliana, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 BILDHIE PUTRA SYAHRIAL / 222021140 Penulis
Negara indonesia terletak di wilayah dengan aktivitas seismik yang sangat tinggi akibat posisinya di zona pertemuan tiga lempeng tektonik besar dunia. Kondisi ini menuntut penggunaan sistem struktur bangunan yang efektif dalam menahan gaya gempa, salah satunya adalah Eccentrically Braced Frame (EBF) dengan konfigurasi Split K-Braces. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja tiga variasi panjang link, yaitu link pendek (1 meter), menengah (2 meter), dan panjang (3 meter) terhadap parameter perpindahan, berat seismik, pengaruh P-Δ, serta tingkat kinerja berdasarkan FEMA 356. Pemodelan dilakukan pada struktur baja gedung sekolah menggunakan perangkat lunak ETABS, dengan analisis respons dinamis Time History berdasarkan lima rekaman gempa historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga model struktur dengan variasi panjang link pada sistem bracing eksentris (EBF) tipe Split K-Braces menunjukkan bahwa semua model berada pada level kinerja Operational artinya bangunan tetap dapat berfungsi secara normal setelah terjadi gempa. Model dengan link 1 meter menunjukkan perpindahannya paling kecil hal ini ditunjukan dengan nilai perpindahan terbesarnya ± 5 mm dibandingkan dengan link 2 meter dan link 3 meter. Selain itu, ketiga model memenuhi kriteria stabilitas karena nilai P-Δ aktual tidak melebihi P-Δ izin. Maka pada penelitian ini model dengan link 3 meter lebih disarankan untuk digunakan karena massa strukturnya yang lebih ringan sehingga struktur tersebut mengalami gaya gempa yang lebih kecil.