// <![CDATA[PERBANDINGAN RESPON STRUKTUR BETON BERTULANG DAN STRUKTUR KAYU PADA BANGUNAN HOTEL (STUDI KASUS HOTEL X CIATER)]]> Nessa Valiantine Diredja, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 BAIZAL FIRMANSYAH / 222021169 Penulis
Penelitian ini mengkaji perbandingan respons struktur antara sistem beton bertulang dan sistem rangka kayu Bangkirai pada Hotel X Ciater, Kabupaten Subang. Dua model struktural—satu berbahan beton bertulang dan satu lagi menggunakan kayu gergajian Bangkirai—dianalisis dengan perangkat lunak ETABS 22.0 berdasarkan pembebanan mati, beban gempa statik dan dinamik sesuai SNI 1726:2019, serta desain kayu menurut SNI 7973:2023. Variabel evaluasi meliputi kapasitas lentur, tekan, dan geser elemen balok dan kolom; waktu getar alami; gaya geser dasar; distribusi lateral; simpangan antar-lantai; efek P-Delta; lendutan; serta ketidakberaturan torsi. Hasil menunjukkan balok kayu mencapai rasio lentur 0,76–0,87 dan rasio geser 0,22–0,58, sedangkan balok beton bertulang 0,42–0,80 (lentur) dan 0,23–0,53 (geser). Kolom kayu memenuhi interaksi lentur-tekan dengan rasio 0,37–0,84, dan kolom beton 0,36– 0,88. Waktu getar kayu (T ≈ 0,63 s) lebih pendek daripada beton (T ≈ 0,94 s), sehingga gaya geser dasar kayu (500 kN) jauh lebih rendah dibanding beton (2258 kN). Meski lendutan dan simpangan kayu relatif lebih tinggi, keduanya tetap di bawah batas izin (Δₘₐₓ ≤ 0,025 h). Ketidakberaturan torsi tipe 1a dimitigasi dengan menambahkan eksentrisitas 5 %. Rangka kayu Bangkirai terbukti efisien dari segi penampang, ringan, dan menawarkan kinerja seismik yang kompetitif.