EVALUASI KINERJA PERSIMPANGAN BERSINYAL DI JALAN P.H.H MUSTOFA – PAHLAWAN, KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN PEDOMAN PKJI 2023 DAN PTV VISSIM
Pertumbuhan populasi di Kota Bandung mengakibatkan peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang berdampak pada penurunan kinerja simpang, terutama di kawasan padat seperti simpang jalan P.H.H Mustofa – jalan Pahlawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja simpang bersinyal tersebut dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu perhitungan manual berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dan simulasi mikroskopis dengan perangkat lunak PTV Vissim 11.00. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan parameter utama seperti derajat kejenuhan (DJ), panjang antrean, tundaan, dan tingkat pelayanan (Level of Service/LOS) pada masing-masing pendekat. Data yang digunakan terdiri dari data primer geometri simpang dan data sekunder volume lalu lintas, kecepatan kendaraan, dan waktu siklus.
Hasil analisis menggunakan PKJI 2023 menunjukkan bahwa derajat kejenuhan mencapai 0,89, mendekati kondisi jenuh, dengan panjang antrean rata-rata sebesar 69 meter, tundaan dengan rata-rata sebesar 81 detik dan untuk tingkat pelayanan masuk pada kategori F. Berdasarkan hasil simulasi dengan software PTV vissim cenderung lebih rendah dengan menghasilkan panjang antrean dengan rata-rata 40 meter dan tundaan dengan rata-rata 42 detik dibandingkan hasil perhitungan perbasarkan PKJI. Hasil perhitungan PKJI menunjukkan tundaan dan panjang antrean lebih tinggi karena bersifat analitis, sedangkan hasil simulasi berdasarkan software PTV Vissim lebih rendah karena memperlihatkan perilaku lalu lintas secara mikroskopis yang lebih realistis.
Hasil analisis perbandingan menunjukkan bahwa berdasarkan metode PKJI, kondisi studi terdahulu memiliki kinerja yang lebih baik dengan panjang antrean rata-rata 23 meter dan tundaan 30 detik, dibandingkan kondisi eksisting yang menghasilkan panjang antrean rata-rata 69 meter dan tundaan 81 detik. Namun, jika dilihat dari hasil simulasi menggunakan software PTV Vissim, kondisi eksisting justru lebih baik dalam hal panjang antrean, yaitu sebesar 40 meter, sementara studi terdahulu memiliki antrean lebih panjang. Untuk tundaan, kedua kondisi menunjukkan hasil yang sama, yaitu 41 detik.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2025).EVALUASI KINERJA PERSIMPANGAN BERSINYAL DI JALAN P.H.H MUSTOFA – PAHLAWAN, KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN PEDOMAN PKJI 2023 DAN PTV VISSIM ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.EVALUASI KINERJA PERSIMPANGAN BERSINYAL DI JALAN P.H.H MUSTOFA – PAHLAWAN, KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN PEDOMAN PKJI 2023 DAN PTV VISSIM ().Teknik Sipil:FTSP,2025.Text
MLA Style
.EVALUASI KINERJA PERSIMPANGAN BERSINYAL DI JALAN P.H.H MUSTOFA – PAHLAWAN, KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN PEDOMAN PKJI 2023 DAN PTV VISSIM ().Teknik Sipil:FTSP,2025.Text
Turabian Style
.EVALUASI KINERJA PERSIMPANGAN BERSINYAL DI JALAN P.H.H MUSTOFA – PAHLAWAN, KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN PEDOMAN PKJI 2023 DAN PTV VISSIM ().Teknik Sipil:FTSP,2025.Text