// <![CDATA[PEMANFAATAN CACAHAN LIMBAH PLASTIK PET (POLYETHYLENE TEREPHTHALATE) PADA CAMPURAN AC – WC TERHADAP PENGUJIAN INDIRECT TENSILE STRENGTH]]> 0418068703 - Barkah Wahyu Widanto, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 SOFIA MUDZALIFAH / 222021226 Penulis
Indonesia masih menghadapi permasalahan kerusakan prematur pada perkerasan aspal beton (AC) akibat beban lalu lintas, iklim tropis, dan mutu material yang kurang optimal. Di sisi lain, meningkatnya limbah plastik Polyethylene Terephthalate (PET) menimbulkan persoalan lingkungan yang serius. Pemanfaatan limbah PET sebagai bahan substitusi pada campuran aspal beton dapat menjadi solusi untuk mengurangi limbah sekaligus meningkatkan kinerja perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh substitusi cacahan PET terhadap karakteristik aspal, karakteristik Marshall, dan kinerja Indirect Tensile Strength (ITS) pada campuran AC-WC. Variasi kadar PET yang digunakan adalah 0%, 3%, dan 6% dari berat aspal Pen 60/70. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aspal modifikasi dengan 3% PET masih memenuhi spesifikasi Bina Marga, sedangkan kadar 6% tidak memenuhi beberapa parameter. Karakteristik Marshall terbaik diperoleh pada kadar 3% dengan stabilitas 1.881,253 kg, flow 3,30 mm, dan KAO 6,6%. Pengujian ITS menunjukkan nilai Tensile Strength Ratio (TSR) 94,826% pada kadar 3%, lebih tinggi dibandingkan campuran normal 0% sebesar 91,006%. Dengan demikian, kadar PET 3% direkomendasikan sebagai komposisi optimum untuk meningkatkan kinerja campuran AC-WC sekaligus mendukung pengelolaan limbah plastik.