Detail Cantuman

PENGAMATAN DEFORMASI GUNUNG API DENGAN METODE DIFFERENTIAL INTERFEROMETRIC SYNTHETIC APERTURE RADAR (DInSAR) PERIODE TAHUN 2019–2024 (Studi Kasus: Gunung Merapi, Gunung Sinabung, Gunung Ijen, dan Gunung Awu)

PENGAMATAN DEFORMASI GUNUNG API DENGAN METODE DIFFERENTIAL INTERFEROMETRIC SYNTHETIC APERTURE RADAR (DInSAR) PERIODE TAHUN 2019–2024 (Studi Kasus: Gunung Merapi, Gunung Sinabung, Gunung Ijen, dan Gunung Awu)


Indonesia sebagai negara yang secara geografis terletak di tepi Lempeng Samudra Pasifik masuk dalam area Cincin Api Pasifik, memiliki jumlah gunungapi aktif sebanyak 127 titik. Manifestasi dari keberadaan gunung api tersebut tentunya memiliki dampak secara langsung terhadap lingkungan baik itu positif atau negatif, salah satu dampak negatifnya adalah bahaya letusan gunung api. Pemantauan aktivitas gunung diperlukan untuk mengetahui status gunung mulai dari aktif normal, waspada, siaga hingga awas, kemudian informasi ini disampaikan kepada pihak berwenang untuk dilakukannya tindakan preventif atau evakuasi apabila ada bencana letusan. Dalam metode penentuan aktivitas pada gunung api, terdapat berbagai macam metode, salah satunya deformasi. Dalam pelaksanaan monitoring deformasi ini menggunakan metode Differential Interferometric Synthetic Aperture Radar (DInSAR), yaitu suatu metode teknologi penginderaan Jauh yang menggunakan citra hasil dari satelit radar. Pada penelitian ini menggunakan data citra sentinel-1, yang diproses secara cloud computing pengolahan DInSAR melalui laman ASF Alaska. Hasil pemantauan deformasi pada Gunung Merapi, Gunung Sinabung, Gunung Ijen, dan Gunung Awu, didapatkan Gunung Merapi mengalami aktivitas deformasi inflasi (kenaikan muka tanah) dengan nilai rata-rata pada periode 2019 sebesar 0.00548335 m, tahun 2020 sebesar 0.02110255 m, tahun
2023 sebesar 0.0340384 m, dan tahun 2024 sebesar 0.03215 m. Sedangkan aktivitas deformasi deflasi (penurunan muka tanah) terjadi pada periode 2021 dengan rata-rata deflasi sebesar -0.0247824 m dan periode 2022 sebesar - 0.05256405 m. Selanjutnya Gunung Sinabung mengalami aktivitas deformasi inflasi (kenaikan muka tanah) dengan nilai rata-rata pada periode 2019 sebesar 0.0015946 m, tahun 2020 sebesar 0.0226108 m, tahun 2023 sebesar 0.01156355 m, dan tahun 2024 sebesar 0.0182461 m. Sedangkan aktivitas deformasi deflasi (penurunan muka tanah) terjadi pada periode 2021 dengan rata- rata sebesar -0.030459 m dan periode 2022 sebesar -0.04549775 m. Berikutnya, Gunung Ijen mengalami aktivitas deformasi inflasi (kenaikan muka tanah) dengan nilai rata-rata pada periode tahun 2020 sebesar 0.0126187 m, tahun 2022 sebesar 0.00121845 m, tahun 2023 sebesar 0.00121845 m, dan tahun 2024 sebesar 0.01105505 m. Sedangkan aktivitas deformasi deflasi (penurunan muka tanah) terjadi pada periode 2019 dengan rata-rata sebesar -0.02245965 m dan periode 2021 sebesar-0.03785745 m. Selanjutnya, Gunung Awu mengalami aktivitas deformasi inflasi (kenaikan muka tanah) dengan nilai rata-rata pada periode tahun 2019 sebesar 0.00357215 m, tahun 2020 sebesar 0.00424515 m,
tahun 2021 sebesar 0.00424515 m, periode tahun 2023 sebesar 0.0232712 m, dan tahun 2024 sebesar 0.01381105 m. Sedangkan aktivitas deformasi deflasi (penurunan muka tanah) terjadi pada periode 2022 dengan rata-rata sebesar - 0.0525549 m. Dari hasil tersebut terjadi beberapa kesesuaian aktivitas dengan data catatan aktivitas vulkanik dari Gunung Merapi, Gunung Sinabung, Gunung Ijen, dan Gunung Awu pada periode 2019–2024.


LOADING LIST...

LOADING LIST...

Detail Information

Bagian Informasi
Pengarang Nadya Luthfiyah Amalia / 232018062 - Personal Name
0412017610 - Dr. Soni Darmawan, S.T., M.T. - Personal Name
No. Panggil 1108GD/25
Subyek Gunungapi, Deformasi, DInSAR, Penginderaan Jauh
Fakultas FTSP
Tahun Terbit 2025
Jurusan Teknik Geodesi
Deskripsi Fisik
Info Detil Spesifik


Citation

. (2025).PENGAMATAN DEFORMASI GUNUNG API DENGAN METODE DIFFERENTIAL INTERFEROMETRIC SYNTHETIC APERTURE RADAR (DInSAR) PERIODE TAHUN 2019–2024 (Studi Kasus: Gunung Merapi, Gunung Sinabung, Gunung Ijen, dan Gunung Awu)().Teknik Geodesi:FTSP

.PENGAMATAN DEFORMASI GUNUNG API DENGAN METODE DIFFERENTIAL INTERFEROMETRIC SYNTHETIC APERTURE RADAR (DInSAR) PERIODE TAHUN 2019–2024 (Studi Kasus: Gunung Merapi, Gunung Sinabung, Gunung Ijen, dan Gunung Awu)().Teknik Geodesi:FTSP,2025.Text

.PENGAMATAN DEFORMASI GUNUNG API DENGAN METODE DIFFERENTIAL INTERFEROMETRIC SYNTHETIC APERTURE RADAR (DInSAR) PERIODE TAHUN 2019–2024 (Studi Kasus: Gunung Merapi, Gunung Sinabung, Gunung Ijen, dan Gunung Awu)().Teknik Geodesi:FTSP,2025.Text

.PENGAMATAN DEFORMASI GUNUNG API DENGAN METODE DIFFERENTIAL INTERFEROMETRIC SYNTHETIC APERTURE RADAR (DInSAR) PERIODE TAHUN 2019–2024 (Studi Kasus: Gunung Merapi, Gunung Sinabung, Gunung Ijen, dan Gunung Awu)().Teknik Geodesi:FTSP,2025.Text

 



Homepage Info

Koleksi  ETD adalah merupakan Tugas Akhir mahasiswa Itenas dalam menempuh program Sarjana/Magister. Seluruh isi dari Tugas Akhir adalah merupakan tanggung jawab penulis sepenuhnya.

Koleksi


Total ETDs : 20322

Total Kunjungan: 26011 dari Maret 2018

Media Sosial / Kanal

Address

UPT Perpustakaan Itenas
Jl. PKH. Mustopha No.23
Bandung 40124, Indonesia
Phone: +62-22-7272215,
email: libary[at]itenas.ac.id