// <![CDATA[KAJIAN TEKNIS PELABUHAN PENGUMPAN LOKAL:]]> 0411127504 - Dr.rer.nat. Dian Noor Handiani, S.Si., M.T. Dosen Pembimbing 1 Rizky Ramadhan E / 232021012 Penulis
Pelabuhan Pas Ipa adalah pelabuhan pengumpan lokal sesuai Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN) sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 432 Tahun 2017. Peningkatan arus barang dan penumpang di pelabuhan tersebut berdampak pada kualitas layanan aksesibilitas transportasi laut bagi masyarakat setempat. Sehingga, perlu adanya kajian kualitas layanan pelabuhan sebagai evaluasi bagi pengembangan Pelabuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan teknis Pelabuhan Pas Ipa yang telah ditetapkan sebagai pelabuhan pengumpan lokal. Evaluasi dilakukan terhadap enam kriteria utama, yaitu kedalaman kolam pelabuhan, panjang dermaga, kapasitas dermaga, luas lahan darat, ketersediaan fasilitas bongkar muat, dan jarak antar pelabuhan pengumpan lokal terdekat. Data yang dievaluasi adalah hasil survei batimetri menggunakan echosounder CHC D230, survei detail situasi menggunakan total station Sokkia SET 520X, serta pengamatan pasang surut dengan palm pasut manual. Hasil kajian menunjukkan bahwa hanya dua kriteria teknis yang telah memenuhi standar ideal Pelabuhan pengumpan lokal, yakni kapasitas dermaga (628 Deadweight Tonnage /DWT) dan jarak antar pelabuhan (±12,2 mil laut). Sementara empat kriteria teknis lainnya belum memenuhi standar ideal pelabuhan pengampu lokal, seperti kedalaman kolam pelabuhan yang masih dangkal (rata-rata 3,3 m Lowest Water Spring/LWS), panjang dermaga 25,2 meter dari kebutuhan minimal 63,5 meter, luas lahan 0,13 hektar dari kebutuhan ideal ±0,6 hektar, serta ketiadaan fasilitas bongkar muat. Berdasarkan hasil evaluasi, Pelabuhan Pas Ipa telah memenuhi 5 dari 6 kriteria secara administratif sebagai Pelabuhan pengumpan lokal, namun belum sepenuhnya layak secara teknis. Sehingga, pelabuhan memerlukan pengembangan infrastruktur teknis secara bertahap untuk mendukung efisiensi dan keselamatan elayanan Pelabuhan. Khususnya di wilayah Mangoli Barat, Kabupaten Kepulauan Sula.