// <![CDATA[ANALISIS POLA PERUBAHAN DAN KORELASI LST DENGAN NDVI DAN NDWI BERDASARKAN CITRA MODIS TAHUN 2003–2024 (Studi Kasus:]]> 0412017610 - Dr. Soni Darmawan, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 MUHAMMAD FAIZA ABDURRAHMAN / 232021018 Penulis
Urbanisasi yang pesat dan dinamika tutupan lahan yang cepat telah mengubah lingkungan perkotaan menjadi lahan terbangun yang cenderung menyerap panas, yang mana dapat memicu munculnya fenomena Urban Heat Island (UHI). Fenomena ini, bersama dengan berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH), dapat menimbulkan berbagai dampak negatif lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola perubahan dan korelasi dengan LST NDVI dan NDWI dari tahun 2003–2024 dengan memanfaatkan data MODIS dan aplikasi Google Earth Engine. Penelitian ini memanfaatkan dataset Land Surface Temperature (LST), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), dan Normalized Difference Water Index (NDWI) 8-harian dari citra satelit MODIS untuk periode 2003–2024. Data diekstraksi dan diproses menjadi nilai rata-rata tahunan menggunakan platform Google Earth Engine (GEE) sesuai dengan batas administrasi area studi. Selanjutnya, analisis dilakukan melalui visualisasi time series, peta sebaran, dan Scatter plot korelasi untuk mengidentifikasi pola perubahan dan hubungan antar variabel. Hasil analisis menunjukkan tren LST yang bervariasi Jakarta (0,8˚C), Surabaya (1˚C), dan Palangkaraya (0,3˚C) mengalami tren kenaikan, sementara Pekanbaru (-1,3˚C) dan Manado (-1,3˚C) menunjukkan tren penurunan. Dinamika perubahan NDVI memperlihatkan bahwa Pekanbaru (-0,0001), Palangkaraya (-0,02), Jakarta (-0,01), dan Manado (-0,05) mengalami tren penurunan, sedangkan Surabaya (0,03) mengalami tren kenaikan. Dinamika perubahan NDWI Palangkaraya (-0,002), Jakarta (-0,01), Surabaya (-0,01), dan Manado (-0,03) mengalami tren penurunan, sementara Pekanbaru (0,01) mengalami tren kenaikan. Korelasi LST-NDVI pada Kota Pekanbaru (r = -0,90) menunjukkan korelasi negatif yang sangat kuat, Palangkaraya (r = -0,54) menunjukkan korelasi negatif yang sedang, Jakarta (r = -0,29) menunjukkan korelasi negatif yang lemah, Surabaya (r = -0,44) menunjukkan korelasi negatif yang sedang, dan Manado (r = -0,81) menunjukkan korelasi negatif yang sangat kuat. Sedangkan korelasi LST-NDWI pada Kota Pekanbaru (r = -0,92) menunjukkan korelasi negatif yang sangat kuat, Palangkaraya (r = -0,87) menunjukkan korelasi negatif yang sangat kuat, Jakarta (r = -0,63) menunjukkan korelasi negatif yang kuat, Surabaya (r = -0,77) menunjukkan korelasi negatif yang kuat, dan Manado (r = -0,91) menunjukkan korelasi negatif yang sangat kuat.