// <![CDATA[PERENCANAAN SISTEM PEMANENAN AIR HUJAN SEBAGAI SUMBER AIR BERSIH STUDI KASUS DI KAWASAN RURAL]]> ALVIN BIMA YUTAMA / 252018054 Penulis Mila Dirgawati, S.T,. M.T., Ph.D. Dosen Pembimbing 1
Desa Susukan IV, Gunung Kidul, mengalami kekeringan parah karena perbukitan karst yang sulit menyimpan air tanah sementara jaringan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) tidak tersedia dan sumber air bersih hanya mengandalkan sumur bor meski curah hujan tinggi di daerah tersebut. Perencanaan ini dilakukan untuk menyediakan alternatif sumber air bersih di Desa Susukan IV dengan Sistem Pemanenan Air Hujan (SPAH). Pemanfaatan air hujan melalui sistem pemanenan menjadi salah satu upaya alternatif dalam mengatasi permasalahan ketersediaan air bersih. Perhitungan dilakukan dengan metode neraca air menyesuaikan suplai air musim hujan untuk memenuhi kebutuhan saat kemarau. Perencanaan SPAH mencakup penentuan jenis SPAH, analisis kualitas air hujan, perhitungan kebutuhan dan pasokan air, serta perancangan SPAH. Pasokan air hujan sebesar 7.874,31 m3/tahun dengan kebutuhan air bersih sebesar 2.080,5 m3/tahun di wilayah studi. SPAH direncanakan menggunakan sistem komunal dengan 9 blok pelayanan, masing-masing dilengkapi tangki sesuai kebutuhan. Biaya perencanaan SPAH sebesar Rp 711.571.244, per blok sebesar Rp 79.063.471 dan per rumah sebesar Rp 18.246.699.