// <![CDATA[PERENCANAAN DESAIN TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU (TPST) DI WILAYAH II UPTD PENGELOLAAN PERSAMPAHAN KABUPATEN BEKASI]]> Siti Ainun., S.T., S.Psi., M.Sc. Dosen Pembimbing 1 KARENNINA RESARYANA EKA PUTRI / 252020006 Penulis
Kabupaten Bekasi terutama di wilayah pelayanan Unit Pelayanan Teknis Daerah II dengan timbulan sampah yang mencapai 654 ton/hari menjadi prioritas dalam pengelolaan sampah. Peningkatan tingkat pelayanan menjadi 100% di Kecamatan Tambun Selatan direncanakan sebagai solusi pengurangan sampah tanpa meningkatkan beban pengolahan di TPA Burangkeng. Upaya yang dilakukan adalah perencanaan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) . Hasil pengukuran komposisi sampah menunjukkan bahwa 58,8% merupakan sampah organik, sehingga teknologi budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) direncanakan sebagai upaya untuk optimalisasi pengurangan sampah. Hal ini didasari atas pertimbangan teknologi yang ramah lingkungan, dan memberikan nilai ekonomi. Sementara itu, sampah anorganik, B3 padat, dan residu akan dikelola oleh pihak ketiga. Perencanaan pembangunan TPST ini membutuhkan lahan seluas 9.537 m² yang terdiri atas area penerimaan sampah, area pemilahan sampah, area penyimpanan sampah sementara limbah B3, area pengolahan sampah organik, area penyimpanan sampah sementara anorganik, area penyimpanan sementara sampah residu, serta area penunjang. TPST ini memerlukan investasi peralatan sebesar Rp1.506.359.977. Diharapkan pembangunan TPST percontohan ini dapat menjadi solusi strategis dalam meningkatkan pengelolaan sampah, serta mendukung penerapan ekonomi sirkular di Kabupaten Bekasi.