// <![CDATA[STRATEGI PENYISIHAN MATERI ORGANIK ALAMI PADA PROSES PENGOLAHAN AIR MINUM KONVENSIONAL UNTUK PERBAIKAN OPERASIONAL]]> Dr. Mohamad Rangga Sururi, S.T, M.T. Dosen Pembimbing 1 ADILA SHALAHUDDIN NUR / 252020056 Penulis
Akses air aman masih menjadi tantangan bagi Indonesia dengan capaian pada tahun 2024 baru mencapai 73%. Salah satu hambatan adalah keberadaan materi organik alami dalam air baku yang sulit dihilangkan oleh proses pengolahan air konvensional. Studi ini menganalisis dinamika keberadaan materi organik di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Kota Cimahi berdasarkan waktu. Hasil analisis menunjukkan bahwa anova dari materi organik secara statistik mengalami fluktuasi yang signifikan yaitu pada pukul 08.00–11.00 dan 13.00–17.00 yang dikategorikan sebagai critical hour dan pukul 05.00–07.00, 11.00–12.00, dan 17.00–19.00 yang diketagorikan sebagai non critical hour. Beberapa operasional pelu diperbaiki agar responsif terhadap fluktuasi kualitas air ini. Agar responsif, operasional perlu ditingkatkan mulai dari pemantauan kekeruhan air menjadi pemantaun materi organik, peningkatan dosis koagulan dari 24,8 mg/L – 25,7 mg/L menjadi 34 mg/L–36 mg/L, pembuangan lumpur saat timbulannya mencapai 13 m³, periubahan prosedur backwash dari salah satu bak menjadi setiap bak pada critical hour, dan peningkatan dosis desinfektan dari 7 mg/L menjadi 11 mg/L–22 mg/L.