// <![CDATA[PEMANFAATAN RESIDU HASIL PROSES PIROLISIS LIMBAH PADAT MEDIS TANPA JARUM SUNTIK MENJADI BAHAN SUBSTITUSI PASIR PEMBUATAN MORTAR]]> Prof. Dr. Ir. Etih Hartati, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 TIKE MUSTIKA INDAH / 252020068 Penulis
Limbah padat medis merupakan tantangan besar karena berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Salah satu metode pengolahan limbah yang digunakan adalah pirolisis, yaitu dekomposisi bahan organik berupa limbah padat medis dengan suhu tinggi tanpa melibatkan oksigen, hingga terdapat hasil salah satunya residu padat. Residu hasil pirolisis limbah padat medis tanpa jarum suntik dimanfaatkan menjadi bahan substitusi pasir terhadap pembuatan mortar sebagai upaya resource recovery. Residu harus dianalisis meliputi komposisi unsur logam (XRF), gugus fungsi (FTIR), dan morfologi permukaan (SEM) untuk mengidentifikasi karakteristik residu. Hasil identifikasi ini menjadi acuan dalam mengetahui unsur berbahaya dan zat lain seperti minyak yang dapat memengaruhi hasil uji kuat tekan. Penggunaan residu dilakukan dengan beberapa variasi kadar residu 1%, 3%, 5%, 7%, dan 9% terhadap pasir. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan residu hasil pirolisis menurunkan kekuatan mortar, namun pada variasi 5% mortar masih memenuhi standar kuat tekan sebesar 5 MPa menurut Spesifikasi Umum Tahun 2018. Selain itu, mortar harus melalui pengujian Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP) pada residu. Pengujian dilakukan pada mortar yang memenuhi standar kuat tekan dan residu paling banyak (variasi 5%) untuk membuktikan bahwa variasi campuran mortar dengan residu pirolisis memenuhi baku mutu pelindian sesuai PP No. 22 Tahun 2021 Lampiran XIII. Hasil ini menandakan mortar