// <![CDATA[ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT PADA TANAH DI LAHAN PERSAWAHAN DESA CIPARAY KABUPATEN BANDUNG]]> DEWI YASMIN SEPTIANI / 252021010 Penulis Mila Dirgawati, S.T., M.T., Ph.D, Dosen Pembimbing 1
Penelitian mengenai pencemaran tanah di area persawahan diperlukan agar dapat memberikan informasi mengenai potensi tingkat akumulasi yang terjadi pada tanaman padi yang dapat berakibat fatal jika terdapat logam berat di dalamnya. Pengambilan sampel dilakukan pada musim kemarau di 32 titik lahan sawah aktif yang ditanami padi sepanjang tahun. Sampel tanah dianalisis menggunakan metode destruksi basah dan diukur konsentrasinya dengan instrumen Inductively Coupled Plasma – Optical Emission Spectroscopy (ICP-OES). Data hasil analisis kemudian dihitung menggunakan Contamination Factor (CF), Geoaccumulation Index (Igeo), Enrichment Factor (EF), dan Pollution Load Index (PLI) untuk menentukan tingkat pencemaran serta potensi pengayaan logam berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Zn pada beberapa titik mencapai nilai yang jauh di atas nilai latar belakang, dengan hotspot utama di titik 4B (574,76 mg/kg). Konsentrasi Ni sebagian besar berada di sekitar nilai ambang, namun beberapa titik melebihi batas, khususnya di bagian tengah hingga tenggara lokasi penelitian. Sedangkan As ditemukan di semua titik dengan konsentrasi melebihi nilai latar belakang (4,81–13,22 mg/kg). Analisis indeks menunjukkan bahwa tanah sawah di Desa Ciparay tergolong pada kategori kontaminasi rendah hingga sedang, namun memperlihatkan nilai EF cukup signifikan, yang menandakan adanya pengayaan logam berat dari aktivitas antropogenik. Analisis spasial memperlihatkan distribusi logam yang tidak merata dengan pola pengelompokan di area tertentu yang dapat diakibatkan oleh aktivitas pertanian intensif. Tanah persawahan di Desa Ciparay telah terpapar logam berat Zn, Ni, dan As dengan tingkat kontaminasi relatif rendah, tetapi menunjukkan indikasi pengayaan yang cukup signifikan. Hal ini menegaskan perlunya pemantauan kualitas tanah secara berkala serta penerapan praktik pengelolaan lahan dan air irigasi yang berkelanjutan untuk mencegah peningkatan akumulasi logam berat di masa depan.