// <![CDATA[PENERAPAN EKODRAINASE UNTUK MENGATASI BANJIR DI KECAMATAN MANDALAJATI KOTA BANDUNG]]> 120050503 - Dr. Eka Wardhani, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 GILANG RAMADHAN / 252021016 Penulis
Pertumbuhan penduduk yang pesat di Kota Bandung menyebabkan alih fungsi lahan dari ruang terbuka hijau menjadi kawasan permukiman, sehingga mengurangi luas daerah resapan air dan memicu terjadinya banjir. Penelitian ini bertujuan menerapkan konsep ekodrainase sebagai upaya pengendalian dan mitigasi banjir di Kecamatan Mandalajati. Perencanaan mengacu pada Permen PUPR No. 12 Tahun 2014 tentang Sistem Drainase Perkotaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelurahan prioritas penanganan banjir adalah Pasir Impun, Karang Pamulang, dan Jatihandap. Alternatif teknologi ekodrainase yang direncanakan meliputi penampungan air hujan, sumur resapan, dan kolam retensi. Penampungan air hujan ditujukan pada skala individu, sedangkan sumur resapan dan kolam retensi dibagi ke dalam tiga zona pelayanan. Kebutuhan infrastruktur meliputi 17.638 unit penampungan air hujan, 5.630 unit sumur resapan, serta 11 unit kolam retensi yang tersebar di DAS Cipamokolan, Cikiley, dan Cisaranten. Efektivitas reduksi debit limpasan yang diperoleh masing-masing sebesar 22,82% untuk penampungan air hujan, 99,69% untuk sumur resapan, dan 15,96–97,60% untuk kolam retensi, dengan estimasi biaya sebesar Rp16.253.929.770.209,70. Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan ekodrainase mampu mengendalikan debit limpasan air hujan sekaligus mendukung konservasi air tanah.