// <![CDATA[ANALISIS CRITICAL SPEED PADA POROS AKIBAT CRACK MENGGUNAKAN METODE TEORITIS DAN METODE FEA (FINITE ELEMENT ANALYSIS)]]> SUPRIATNA WIJAYA / 122021121 Penulis Ali, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1
Poros merupakan elemen penting pada sistem transmisi daya yang berputar pada kecepatan tinggi dan menerima beban berulang. Retakan pada poros dapat menurunkan kekakuan struktur, menurunkan frekuensi alami, serta menurunkan critical speed sehingga meningkatkan risiko resonansi dan kegagalan lebih dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi diameter poros (20 mm, 25 mm, 30 mm) dan kedalaman retakan (2 mm, 4 mm, 6 mm) terhadap nilai critical speed. Metode yang digunakan adalah perhitungan teoritis berbasis persamaan Euler–Bernoulli dan simulasi numerik Finite Element Analysis (FEA) menggunakan Solidworks dan Ansys. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin dalam retakan, semakin rendah nilai critical speed. Sebagai contoh, pada poros diameter 20 mm mode 1, putaran kritis turun dari 5.638 rpm (tanpa crack) menjadi 4.900 rpm pada crack 6 mm. Sementara itu, pada poros diameter 30 mm tanpa crack, nilai critical speed mode 1 mencapai 8.458 rpm, ini menyatakan bahwa poros dengan diameter lebih besar lebih tahan terhadap penurunan frekuensi akibat retakan. Perbandingan hasil teori dan simulasi menunjukkan kecenderungan serupa dengan deviasi yang kecil, sehingga dapat digunakan sebagai acuan awal perancangan dan perawatan. Temuan ini menegaskan pentingnya deteksi dini retakan untuk mencegah operasi mendekati critical speed yang berisiko.