Blockchain merupakan teknologi terdistribusi yang menawarkan karakteristik transparansi, keamanan, dan immutability, sehingga potensial diterapkan dalam pengelolaan data tanah yang sering menghadapi permasalahan sengketa, manipulasi data, dan kurangnya kepercayaan publik. Sistem yang dibangun dalam penelitian ini memanfaatkan smart contract berbasis Ethereum untuk mencatat data tanah, proses verifikasi multi-pihak, hingga perpindahan kepemilikan secara otomatis. Proses input data dilengkapi dengan verifikasi berbasis OCR (Optical Character Recognition) guna mencocokkan kesesuaian antara dokumen fisik surat tanah dengan data digital yang dimasukkan, sehingga menjamin validitas data sebelum masuk ke Blockchain.
Pengujian smart contract dilakukan menggunakan Optical Character Recognition, black-box testing,pengujian otomatis dengan Hardhat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa fungsi-fungsi utama seperti penyimpanan data tanah, verifikasi, serta perpindahan kepemilikan telah berjalan dengan benar,aman,dan sesuai rancangan. Aspek transparansi sistem diukur menggunakan kerangka ISO/IEC 12792, dengan capaian skor 88, yang merepresentasikan tingkat auditabilitas,explainability, dan accountability yang tinggi.
Selain pengujian fungsional dan transparansi,evaluasi kinerja jaringan juga dilakukan. Uji RPC flooding menggunakan wrk menghasilkan peningkatan beban transaksi yang signifikan, menyebabkan lonjakan CPU dan hampir menjatuhkan node tapi masalah ini bisa diatasi dengan menambah node semakin banyak node semakin kuat jaringan,sehingga menegaskan keterbatasan sistem dalam menghadapi serangan beban tinggi. Uji immutabilitas dengan memodifikasi LevelDB membuktikan bahwa Blockchain menjaga integritas data,karena perubahan menyebabkan node menjadi korup dan tidak dapat disinkronkan. Sementara itu,pengujian multi-node dengan empat node pada AWS EC2 menunjukkan sinkronisasi dan konsensus yang stabil di seluruh jaringan, membuktikan keberhasilan replikasi data secara terdistribusi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem Blockchain yang dibangun mampu mengelola data tanah dengan tingkat keandalan, keamanan, dan transparansi yang tinggi, serta mendukung verifikasi multi-pihak berbasis smart contract. Meskipun demikian,optimasi lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan skalabilitas dan ketahanan sistem pada kondisi serangan atau beban transaksi ekstrem.
Blockchain merupakan teknologi terdistribusi yang menawarkan karakteristik transparansi, keamanan, dan immutability, sehingga potensial diterapkan dalam pengelolaan data tanah yang sering menghadapi permasalahan sengketa, manipulasi data, dan kurangnya kepercayaan publik. Sistem yang dibangun dalam penelitian ini memanfaatkan smart contract berbasis Ethereum untuk mencatat data tanah, proses verifikasi multi-pihak, hingga perpindahan kepemilikan secara otomatis. Proses input data dilengkapi dengan verifikasi berbasis OCR (Optical Character Recognition) guna mencocokkan kesesuaian antara dokumen fisik surat tanah dengan data digital yang dimasukkan, sehingga menjamin validitas data sebelum masuk ke Blockchain.
Pengujian smart contract dilakukan menggunakan Optical Character Recognition, black-box testing,pengujian otomatis dengan Hardhat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa fungsi-fungsi utama seperti penyimpanan data tanah, verifikasi, serta perpindahan kepemilikan telah berjalan dengan benar,aman,dan sesuai rancangan. Aspek transparansi sistem diukur menggunakan kerangka ISO/IEC 12792, dengan capaian skor 88, yang merepresentasikan tingkat auditabilitas,explainability, dan accountability yang tinggi.
Selain pengujian fungsional dan transparansi,evaluasi kinerja jaringan juga dilakukan. Uji RPC flooding menggunakan wrk menghasilkan peningkatan beban transaksi yang signifikan, menyebabkan lonjakan CPU dan hampir menjatuhkan node tapi masalah ini bisa diatasi dengan menambah node semakin banyak node semakin kuat jaringan,sehingga menegaskan keterbatasan sistem dalam menghadapi serangan beban tinggi. Uji immutabilitas dengan memodifikasi LevelDB membuktikan bahwa Blockchain menjaga integritas data,karena perubahan menyebabkan node menjadi korup dan tidak dapat disinkronkan. Sementara itu,pengujian multi-node dengan empat node pada AWS EC2 menunjukkan sinkronisasi dan konsensus yang stabil di seluruh jaringan, membuktikan keberhasilan replikasi data secara terdistribusi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem Blockchain yang dibangun mampu mengelola data tanah dengan tingkat keandalan, keamanan, dan transparansi yang tinggi, serta mendukung verifikasi multi-pihak berbasis smart contract. Meskipun demikian,optimasi lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan skalabilitas dan ketahanan sistem pada kondisi serangan atau beban transaksi ekstrem.
Citation
APA Style
. (2025).INTEGRASI BLOKCHAIN PADA TRANSPARANSI PENGELOLAAN SURAT TANAH ().Teknik Informatika:FTI
Chicago Style
.INTEGRASI BLOKCHAIN PADA TRANSPARANSI PENGELOLAAN SURAT TANAH ().Teknik Informatika:FTI,2025.Text
MLA Style
.INTEGRASI BLOKCHAIN PADA TRANSPARANSI PENGELOLAAN SURAT TANAH ().Teknik Informatika:FTI,2025.Text
Turabian Style
.INTEGRASI BLOKCHAIN PADA TRANSPARANSI PENGELOLAAN SURAT TANAH ().Teknik Informatika:FTI,2025.Text