// <![CDATA[SIMULASI ANIMASI MODUL KESETARAAN KALOR DENGAN PROGRAM SWISHMAX.]]> FANRI AHMADI / 11.2001.113 Dosen Pembimbing 1 Decy Nataliana, S.T., M.T. Nandang Taryana, S.T., M.T.
Salah satu permasalahan yang ada pada pelaksanaan praktikum fisika dasar di Laboratorium Fisika Dasar Itenas yaitu metode pembelajaran dan pelaksanaan percobaan fisika yang masih sulit dipahami, untuk itu perlu adanya suatu alat bantu yang dapat mempermudah metode pembelajaran tersebut. Dalam hal ini penulis mencoba memvisualisasikan percobaan fisika dasar dari percobaan praktikum modul kesetaraan kalor dengan bantuan komputer. Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah melakukan simulasi berupa animasi dari salah satu modul Kesetaraan Kalor. Pada modul ini diamati kenaikan suhu pada Joule Kalorimeter yang sebelumnya diberi arus listrik yang telah ditentukan besarnya oleh praktikan, setelah itu dihitunglah kalor yang terjadi pada Joule Kalorimeter, Usaha listrik yang terjadi, dan Tara Kalor Litrik. Untuk memvisualisaikan percobaan dari modul Kesetaraan Kalor penulis menggunakan program animasi SwishMax pada komputer. Program ini sangat mendukung aplikasi mengenai animasi dengan penggunaan program yang sangat mudah, dan dengan dibuatnya simulasi berupa animasi tersebut diharapkan metode pembelajaran dari praktikum fisika dasar di laboratorium dapat lebih mudah dan lebih menarik lagi, selain itu secara tidak langsung praktikan dapat membandingkan dan menganalisa data pengamatan yang diperoleh pada animasi dengan percobaan yang secara manual di laboratorium. Berdasarkan hasil pengujian didapat data kenaikan suhu yang hampir sama antara percobaan animasi, percobaan secara manual di laboratorium, serta perhitungan manual (perhitungan manual merupakan dasar perhitungan pada animasi dan hasil perhitungannya harus sama dengan animasi). Selisih kenaikan suhu pada percobaan manual dengan animasi berkisar antara 0.2 hingga 0.5 °C, sedangkan kenaikan suhu antara animasi dengan perhitungan manual sama besarnya. Usaha listrik yang didapat dari ketiga percobaan sama besarnya yaitu 3900 Joule. Pada percobaan nyata didapat Kalor yang terjadi pada Joule Kalorimeter sebesar 967.571 Kalori sedangkan pada animasi dan perhitungan manual sebesar 935.905 Kalori, dan Tara Kalor Listrik pada percobaan nyata sebesar 0.248 kalori/joule sedangkan pada animasi dan perhitungan manual sebesar 0.24 kalori/joule. Dari data tersebut didapat ketelitian yang akurat dari percobaan animasi serta perhitungan manual dan selisih data yang kecil dari percobaan manual, hal ini menandakan bahwa sistem animasi telah bekerja dengan baik mengikuti percobaan manual di laboratorium.