// <![CDATA[PERANCANGAN DAN IMPLEMANTASI PENGENDALIAN KECEPATAN MOTOR DC PENGUATAN TERPISAH MENGGUNAKAN PWM BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMEGA 8535.]]> PERDI RUSDIANSYAH / 11.2002.105 Dosen Pembimbing 1 Decy Nataliana, MT. Hari Wahyudi, MT
Motor DC merupakan komponen aktuator yang sangat dibutuhkan untuk proses produksi. Karateristik utama yang harus dimiliki motor DC saat proses tersebut berlangsung adalah mampu bergerak dengan kecepatan konstan, akan tetapi pada kenyataannya motor DC akan mendapatkan pembebanan ketika sedang beroperasi yang mengakibatkan kecepatannya menurun dan ketika beban lepas putaran motor dc menjadi dipercepat. Berangkat dari kondisi tersebut, maka diperlukan suatu pengendalian kecepatan motor DC yang mampu mempertahankan putaran pada suatu nilai RPM tertentu (set point) baik saat ada beban ataupun tidak. Dalam tugas akhir ini akan dirancang sistem pengendalian kecepatan motor DC. Motor yang digunakan adalah motor dc penguatan terpisah yang dikendalikan dengan PWM (Pulse Width Modulation) yang dibangkitkan oleh mikrokontroler ATMEGA 8535. Sistem yang dirancang terdiri atas beberapa sub sistem, yaitu sub sistem mikrokontroler ATMEGA 8535, penguat, gate driver IC TCA 785, semikonverter AC-DC 1 fasa, motor DC penguatan terpisah, dan sub sistem sensor. Sub sistem mikrokontroler digunakan sebagai pusat pengendali serta pengolahan data yang didalamnya telah dilakukan penetapan set point pada nilai tertentu sebagai acuan putaran bagi motor DC. Sub sistem penguat berfungsi sebagai pengat sinyal PWM yang dibangkitkan mikrokontroler dengan sub sistem gate driver IC TCA 785, sehingga mikrokontroler mampu mengendalikan nilai tegangan yang masuk ke gate driver IC TCA 785. Sub sistem gate driver IC TCA 785 digunakan untuk membangkitkan pulsa penyalaan thyristor pada sub sistem semikonverter AC-DC 1 fasa. Sub sistem semikonverter AC-DC 1 fasa digunakan sebagai penyearah terkendali untuk suplai tegangan motor DC penguatan terpisah. Keluaran dari sistem yang dirancang adalah kecepatan motor DC penguatan terpisah yang pergerakannya telah diatur oleh sub sistem sebelumnya. Jumlah putaran motor DC akan terus terpantau oleh sub sistem mikrokontroler dengan adanya sub sistem sensor. Pengujian sistem di lakukan di laboratorium teknik energi elektrik ITENAS, meliputi pengendalian kecepatan motor DC penguatan terpisah yang telah dikopel dengan satu sistem beban berupa generator dan lampu. Pengujian perubahan beban dilakukan dengan menambah atau mengurangi jumlah lampu yang masing-masing lampu memiliki daya 100 watt dan jumlah lampu yang digunakan adalah 5 lampu. Dari hasil pengujian, maka dapat disimpulkan, bahwa pengendalian kecepatan motor DC penguatan terpisah menggunakan sistem kendali PWM dapat berputar dengan konstan meskipun terjadi perubahan beban. Ketika perubahan beban terjadi, putaran motor dapat dipertahankan konstan sesuai set point yang telah ditetapkan sebesar 1100 rpm didalam sub sistem pengendali.