// <![CDATA[ANALISIS PENERIMAAN TEKNOLOGI E-WALLET BERBASIS QRIS MENGGUNAKAN MODEL UTAUT 2 DAN TRUST TERHADAP BEHAVIORAL INTENTION]]> 0412097401 - Raden Budiraharjo, S.S., MT. Dosen Pembimbing 1 BAGAS PRADITYA WIBISANA / 162021028 Penulis
Penelitian ini mengeksplorasi adopsi e-wallet berbasis QRIS dengan memperluas kerangka UTAUT2 melalui integrasi variabel trust sebagai determinan tambahan dari niat perilaku. Penelitian ini menyoroti meningkatnya penggunaan pembayaran digital di Indonesia di tengah masih terbatasnya pemanfaatan QRIS, meskipun terdapat dorongan kuat dari pemerintah. Kuesioner terstruktur digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan tanggapan dari 113 responden di Bandung. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan PLS-SEM melalui perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa facilitating conditions, habit, effort expectancy, social influence, performance expectancy, price value, trust, dan hedonic motivation memiliki tingkat pengaruh yang berbeda terhadap niat perilaku dan perilaku penggunaan. Trust muncul sebagai faktor kritis yang membentuk niat perilaku, menekankan perannya yang sentral dalam mendorong adopsi QRIS. Penelitian ini juga mengkaji peran moderasi dari faktor demografis, yaitu pengalaman, usia, dan jenis kelamin. Secara umum, hasil penelitian memberikan wawasan yang bermakna terkait adopsi pembayaran digital serta rekomendasi praktis bagi pembuat kebijakan, penyedia fintech, dan institusi perbankan. Secara khusus, trust dan habit menonjol sebagai pendorong terkuat, menegaskan perlunya peningkatan kepercayaan pengguna dan dorongan penggunaan berulang untuk mendukung adopsi yang lebih luas. This research explores the adoption of QRIS-based e-wallets by extending the UTAUT2 framework with the integration of trust as an additional determinant of behavioral intention. The research addresses the growing prominence of digital payments in Indonesia alongside the relatively limited use of QRIS, despite strong government initiatives. A structured questionnaire was administered in this research, through which responses were gathered from 113 individuals in Bandung. The resulting data were analyzed using PLS-SEM implemented in SmartPLS. The findings indicate that facilitating conditions, habit, effort expectancy, social influence, performance expectancy, price value, trust, and hedonic motivation exert different levels of influence on behavioral intention and use behavior. Trust emerges as a critical factor shaping behavioral intention, emphasizing its central role in fostering QRIS adoption. This research further investigates the moderating roles of demographic factors, namely experience, age, and gender. In general, the outcomes contribute meaningful insights into digital payment adoption and offer practical recommendations for policymakers, fintech providers, and banking institutions. In particular, trust and habit stand out as the strongest drivers, highlighting the need to enhance user confidence and encourage repeated use to support broader adoption.