// <![CDATA[STUDI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA HIBRIDA.]]> INTAN KUMALA SARI / 11.2003.074 Dosen Pembimbing 1 Syahrial, MT. Soenarjo, Ir.
Kebutuhan akan sumber – sumber energi listrik alternatif (Panas Bumi, Gelombang Laut, Angin, Matahari, Panas Lautan, Air, Biogas, Fuel Cell dan lain – lain) semakin hari semakin terasa manfaatnya. Seminar – seminar yang membahas pentingnya pengembangan sumber energi listrik tersebut semakin marak. Baik di dalam negeri maupun luar negeri. Hal ini menuntut kita untuk melakukan pengembangan dari pembangkit tersebut baik dari pemanfaatan energi, teknologi maupun kemampuan (efisiensi) dari daya yang dihasilkan oleh pembangkit terbarukan tersebut. Dengan bertujuan untuk pengembangan dan pemanfaatan yang lebih baik dari energi alternatif ini, banyak hal yang telah dilakukan seperti dengan menggunakan 2 pembangkit bahkan lebih dari energi alternatif tersebut yang sering disebut pembangkit hibrida. Salah satu contohnya adalah pembangkit hibrida antara angin dan matahari. Energi angin dan matahari cukup bagus untuk dijadikan sebagai pembangkit, hal ini telah dibuktikan dengan banyaknya pengukuran, percontohan serta pemanfaatan terhadap potensi energi radiasi surya serta angin yang dilakukan oleh LAPAN, BMG, BPPT dan Winrock Internasonal. Kebutuhan listrik yang semakin meningkat terus menerus membuat kita untuk meningkatkan kemampuan dari hasil keluaran pembangkit hibrida tersebut. Dengan meningkatkan efisiensi dari kedua pembangkit tersebut maka dibutuhkan teknologi yang lebih baik lagi serta perhitungan ekonomi dari investasi pembangkit tersebut agar mengetahui kelayakan akan pembangkit tesebut. Berdasarkan pembangkit hibrida yang dijabarkan dalam tugas akhir ini diperoleh hasil efisiensi untuk surya dan angin dari keluaran daya pembangkit hibrida sebesar 1500W, besar kebutuhan arus dari batere, pemilihan peralatan konversi pada sistem pembangkit hibrida tersebut serta perhitungan untuk investasi dari pembangkit hibrida tersebut.