// <![CDATA[PENGARUH SUHU DAN DURASI PENGERINGAN MENGGUNAKAN TRAY DRYER TERHADAP KADAR AIR, VITAMIN C, DAN SIFAT ORGANOLEPTIK PADA PISANG CAVENDISH]]> 0417057301 - Dr. Dyah Setyo Pertiwi, ST., MT. Dosen Pembimbing 1 MUHAMMAD FAHMI MAULANA / 142020021 Penulis SUKMAWATI KUNUP / 142019032 Penulis
Pengeringan merupakan metode pengawetan yang efektif dalam memperpanjang masa simpan buah serta mempertahankan mutu gizi dan organoleptik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi suhu dan durasi pengeringan terhadap kadar air, kandungan vitamin C, dan mutu organoleptik pada buah pisang Cavendish menggunakan tray dryer. Suhu yang digunakan dalam proses pengeringan adalah 30°C, 35°C, 40°C, dan 45°C, dengan durasi pengeringan 1 hingga 8 jam. Udara pengeringan adalah udara dari lingkungan yang dilalirkan secara induksi dengan menggunakan fan yang berputur dengan laju konstan dibelakang dryer Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu pengeringan mempercepat penurunan kadar air di periode awal pengeringan. Pengeringan pada berbagai suhu menurunkan kadar vitamin C yang tidak merupakan fungsi suhu, sedangkan kualitas organoleptik produk pengeringan relatif sama. Suhu 35°C menghasilkan pengeringan paling optimal dengan kadar air akhir 16,83%, vitamin C sekitar 53,52% dan nilai organoleptik tertinggi dari panelis yang menyukai buah pisang kering setelah jam ke 8. Pengeringan pada suhu 45°C selama 8 jam menghasilkan pisang dengan kadar air 16,81% dengan kadar vitamin C 67%. Oleh karena itu, pengeringan pada suhu 35°C selama 8 jam direkomendasikan sebagai kondisi terbaik untuk menjaga keseimbangan mutu fisik, vitamin C, dan organoleptik pisang Cavendish kering. Drying is an effective preservation method for extending the shelf life of fruit and maintaining its nutritional and organoleptic quality. This study aims to evaluate the effect of variations in temperature and drying duration on moisture content, vitamin C content, and organoleptic quality in Cavendish bananas using a tray dryer. The temperatures used in the drying process were 30°C, 35°C, 40°C, and 45°C, with drying durations ranging from 1 to 8 hours. The drying air was ambient air circulated by induction using a fan rotating at a constant speed behind the dryer. The results of the study showed that increasing the drying temperature accelerated the decrease in moisture content during the initial drying period. Drying at various temperatures reduced vitamin C content, which was not a function of temperature, while the organoleptic quality of the dried product remained relatively consistent. A temperature of 35°C produces the most optimal drying with a final moisture content of 16.83%, vitamin C content of approximately 53.52%, and the highest organoleptic value from panelists who preferred the dried bananas after 8 hours. Drying at 45°C for 8 hours produces bananas with a moisture content of 16.81% and a vitamin C content of 67%. Therefore, drying at 35°C for 8 hours is recommended as the optimal condition to maintain the balance of physical quality, vitamin C content, and organoleptic properties of dried Cavendish bananas.