// <![CDATA[ANALISIS DAN OPTIMASI DAYA PANCAR PADA PROSES MIGRASI FREKUENSI TELKOM FLEXI REPRESENTATIVE OFFICE BANDUNG STUDI KASUS CBSC 1010.]]> KRESNO ADI PRADHONO / 11.2003.104 Dosen Pembimbing 1
TelkomFlexi merupakan salah satu suatu layanan komunikasi selular berbasis teknologi CDMA 2000-1x yang dikembangkan oleh Divisi Fixed Wireless Network PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom). Teknologi yang dikategorikan 2,5G ini merupakan perkembangan dari teknologi CDMAone yang kini memungkinkan user untuk melakukan hubungan komunikasi suara maupun data dengan data rate hingga 156,3 kbps. Khusus untuk TelkomFlexi Representative Office (RO) Bandung beroperasi pada band frekuensi 1900 MHz, meliputi wilayah Jawa Barat, Banten dan sebagian wilayah Lampung. Regulasi yang dilakukan pemerintah berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 01/PER/M.KOMINFO/1/2006 tentang penataan pita frekuensi radio 2,1 GHz yang berpasangan dengan blok frekuensi 1,9 GHz untuk penyelengaraan jaringan selular IMT-2000 (3G), mengharuskan TelkomFlexi untuk melakukan migrasi frekuensi ke alokasi frekuensi yang telah ditetapkan pemerintah sebagai untuk sistem komunikasi CDMA, yaitu blok frekuensi 800 MHz. Melalui proses kerjasama operasi yang dilakukan dengan pihak Mobile-8 (fren) sebagai salah satu pemegang lisensi penggunaan frekuensi pada band 800 MHz, TelkomFlexi memperoleh alokasi frekuensi pembawa dengan bandwidth total sebesar 5 MHz. Analisis migrasi ini diawali dengan mengamati kondisi eksisting sistem, diantaranya konfigurasi jaringan dan performansi trafik. Dari hasil pengamatan, diperoleh bahwa sebelum migrasi dilakukan, CBSC 1010 TelkomFlexi mampu memberikan layanan data dengan average data rate untuk kanal reverse sebesar 100,6 kbps dan kanal forward sebesar 106,9 kbps. Sedangkan untuk komunikasi suara, diperoleh nilai prosentase RF Loss sebesar 0,53 %, dibawah nilai Key Performance Indicator (KPI) TelkomFlexi yaitu sebesar 1,7 %. Performansi sistem ini dapat dikatakan baik dan dianggap mampu memenuhi kebutuhan user dalam melakukan hubungan komunikasi (voice). Untuk mendapatkan performansi sistem yang sama, maka penulis melakukan pendekatan dengan cara mempertahankan coverage area untuk kanal reverse maupun forward pada proses migrasi frekuensi. Analisis dilakukan dengan cara menghitung luas coverage area sistem sebelum dilakukan migrasi frekuensi, maka diperoleh nilai rata – rata coverge area untuk kanal reverse sebesar 1,205 km dan kanal forward sebesar 1,339 km. Dengan mempertahankan nilai tersebut, penulis melakukan perhitungan untuk mendapatkan nilai dari level daya pancar setelah migrasi, diperoleh penurunan daya pancar rata – rata sebesar 7,77 dB untuk kanal reverse dan 9,37 dB untuk kanal forward.