// <![CDATA[PEMODELAN 3D CADASTRE MENGGUNAKAN FOTO UDARA DRONE BERBASIS POINT CLOUD DAN nDSM (Studi Kasus:]]> 0412017610 - Dr. Soni Darmawan, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 Ryvaldhi Dzacky Andyti Sudrajat / 232021001 Penulis
Sistem administrasi pertanahan di Indonesia masih didominasi oleh representasi dua dimensi (2D), yang tidak mampu menggambarkan kepemilikan secara vertikal terutama pada wilayah perkotaan yang padat. Oleh karena itu, pengembangan sistem 3D cadastre menjadi kebutuhan mendesak untuk menjamin keakuratan informasi pertanahan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun dua model 3D bangunan berbasis point cloud dan normalized Digital Surface Model (nDSM) dari foto udara drone, serta mengevaluasi ketelitian masing-masing model menggunakan data pengukuran lapangan. Data foto udara yang digunakan diperoleh dari hasil akuisisi drone tipe fixed-wing di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon. Proses pengolahan data dilakukan melalui tahapan rekonstruksi 3D di Agisoft Metashape, dilanjutkan dengan pemodelan 3D di ArcGIS Pro menggunakan dua pendekatan. Pendekatan pertama menggunakan point cloud yang diklasifikasikan dan diproses melalui tool LAS Building Multipatch. Pendekatan kedua memanfaatkan nDSM hasil pengurangan DSM dan DTM untuk melakukan ekstrusi bangunan dari hasil digitasi footprint. Evaluasi ketelitian dilakukan dengan membandingkan tinggi model 3D terhadap data tinggi aktual dari hasil pengukuran menggunakan total station, lalu dianalisis dengan metode Root Mean Square Error (RMSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model berbasis nDSM memiliki nilai RMSE sebesar 1,429 meter, sedangkan model berbasis point cloud memiliki nilai RMSE sebesar 1,403 meter. Keduanya memenuhi standar Level of Detail (LOD) 2 menurut CityGML. Namun, point cloud lebih unggul dalam aspek ketelitian vertikal, sedangkan nDSM memberikan representasi geometri yang lebih detail. Penelitian ini menunjukkan bahwa foto udara drone dapat dimanfaatkan secara efektif untuk pemodelan 3D cadastre dengan presisi yang memadai. Land administration systems in Indonesia are still predominantly based on two-dimensional (2D) representations, which are insufficient for depicting vertical ownership, particularly in densely populated urban areas. Therefore, the development of a 3D cadastre system has become an urgent need to ensure the accuracy of land information. This study aims to build two 3D building models based on point cloud and normalized Digital Surface Model (nDSM) derived from drone aerial imagery, and to evaluate the accuracy of each model using field measurement data. The aerial imagery was acquired using a fixed-wing drone in Sukapura Subdistrict, Kejaksan District, Cirebon City. Data processing involved 3D reconstruction using Agisoft Metashape, followed by 3D modeling in ArcGIS Pro through two approaches. The first approach used classified point clouds processed with the LAS Building Multipatch tool. The second approach utilized an nDSM generated by subtracting the DSM and DTM to extrude buildings from digitized footprints. Accuracy evaluation was conducted by comparing the 3D model heights to actual elevation data obtained through total station measurements, and analyzed using the Root Mean Square Error (RMSE) method. The results showed that the nDSM-based model had an RMSE of 1.429 meters, while the point cloud based model had an RMSE of 1.403 meters. Both models meet the Level of Detail (LOD) 2 standards set by CityGML. However, the Point Cloud model outperforms the nDSM in terms of vertical accuracy, while the nDSM offers more generalized geometric representation. This study demonstrates that drone aerial imagery can be effectively utilized for 3D cadastre modeling with sufficient precision.