// <![CDATA[VISUALISASI TIGA DIMENSI GUA AUL MENGGUNAKAN TERRESTRIAL LASER SCANNER]]> ANANDA JESSYCA AYU THEODOLITA / 232021029 Penulis 0421049203 - Gusti Ayu Jessy Kartini, ST., MT. Dosen Pembimbing 1 196505211990031002 - Dr. Lutfi Yondri, M.Hum. Dosen Pembimbing 1
Penelitian ini mengkaji potensi teknologi pemindaian Terrestrial Laser Scanner (TLS) dalam mendokumentasikan dan memahami karakter ruang gua sebagai bagian dari warisan geospasial dan budaya. Studi ini dilakukan di Gua Aul, Jawa Barat, sebagai bagian dari upaya pelestarian dan interpretasi ruang bawah tanah melalui pendekatan spasial digital. Dengan memanfaatkan TLS Trimble X7, penelitian ini menghasilkan representasi tiga dimensi dari struktur gua secara menyeluruh, yang mencakup bentuk geometri serta karakteristik permukaan gua. Analisis diarahkan pada perbedaan sifat material antara elemen alami seperti stalaktit dan dinding batuan, serta material buatan seperti semen dan paving block, berdasarkan nilai intensitas pantulan laser. Melalui pendekatan ini, penelitian tidak hanya menyajikan dokumentasi visual yang presisi, tetapi juga membuka kemungkinan interpretasi terhadap fungsi ruang gua dan indikasi aktivitas manusia di masa lalu. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa TLS tidak hanya efektif sebagai alat dokumentasi, tetapi juga relevan sebagai metode analisis ruang dalam kajian arkeologi, geospasial, dan pelestarian situs budaya. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan teknologi digital secara lebih luas dalam penelitian berbasis ruang dan warisan budaya bawah tanah. This study examines the potential of Terrestrial Laser Scanner (TLS) technology in documenting and understanding the characteristics of cave spaces as part of geospatial and cultural heritage. The study was conducted in Aul Cave, West Java, as part of efforts to preserve and interpret underground spaces through a digital spatial approach. Using the Trimble X7 TLS, this research produced a comprehensive three-dimensional representation of the cave structure, including it’s geometric shape and surface characteristics. The analysis focused on the differences in material properties between natural elements such as stalactites and rock walls, and artificial materials such as cement and paving blocks, based on laser reflection intensity values. Through this approach, the study not only provides precise visual documentation but also opens up possibilities for interpreting the function of cave spaces and indications of past human activity. The results of the study show that TLS is not only effective as a documentation tool but also relevant as a spatial analysis method in archaeological, geospatial, and cultural heritage preservation studies. This approach is expected to encourage broader utilization of digital technology in spatial-based research and the preservation of underground cultural heritage.