// <![CDATA[IDENTIFIKASI UMUR KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN GLOBAL CANOPY HEIGHT PADA APLIKASI GOOGLE EARTH ENGINE]]> LINTAN BENING NURULHAKIM / 23-2021-041 Penulis 0402038204 - Dr. Rika Hernawati Effendi, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1
Kelapa sawit (Elaeis guineensis) merupakan komoditas agrikultur utama di Indonesia. Estimasi umur kelapa sawit dibutuhkan dalam pengelolaan perkebunan berkelanjutan dan pengambilan keputusan peremajaan tanaman. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi umur kelapa sawit berskala nasional menggunakan pengindraan jauh, dengan menggunakan data LiDAR dari Global Ecosystem Dynamics Investigation (GEDI) untuk membentuk Canopy Height Model (CHM) melalui selisih Digital Surface Model (DSM) dan Digital Elevation Model (DEM), pada platform Google Earth Engine (GEE). Peta umur kelapa sawit Indonesia yang dihasilkan memiliki resolusi 10 meter dan mengelompokkan tanaman menjadi lima kelas umur (0–5, 6–10, 11–15, 16–20, dan 21–25 tahun). Hasil estimasi umur secara spasial menunjukkan bahwa sebagian besar kelapa sawit berada pada rentang umur produktif 8–15 tahun, dengan konsentrasi terbesar di Sumatra dan Kalimantan. Validasi model dilakukan pada enam lokasi perkebunan: Asahan, Betung Krawo, Ngabang, Panglejar, Tabara, dan Tanah Laut. Hasil validasi menunjukkan bahwa model memiliki akurasi tinggi, dengan nilai R² berkisar antara 0,51 hingga 0,90 dan nilai Root Mean Square Error (RMSE) antara 0,6 hingga 2 tahun. Lokasi dengan hasil terbaik diperoleh di Perkebunan Asahan dengan R² = 0,51 dan RMSE = 0,6 tahun. Oil palm (Elaeis guineensis) is a major agricultural commodity in Indonesia. Estimating the age of oil palm trees is essential for sustainable plantation management and replanting decision-making. To address this issue, this study aims to estimate the age of oil palm trees at a national scale using remote sensing, specifically LiDAR data from the Global Ecosystem Dynamics Investigation (GEDI) to construct a Canopy Height Model (CHM) by subtracting the Digital Elevation Model (DEM) from the Digital Surface Model (DSM), implemented on the Google Earth Engine (GEE) platform. The resulting oil palm age map of Indonesia has a spatial resolution of 10 meters and categorizes the trees into five age classes: 0–5, 6–10, 11–15, 16–20, and 21–25 years. Spatial age identification results indicate that most oil palm plantations fall within the productive age range of 8–15 years, with the highest concentrations located in Sumatra and Kalimantan. Model validation was conducted at six plantation sites: Asahan, Betung Krawo, Ngabang, Panglejar, Tabara, and Tanah Laut. Validation results show that the model has high accuracy, with R² values ranging from 0.51 to 0.90 and Root Mean Square Error (RMSE) values ranging from 0.6 to 2 years. The best validation result was obtained at the Asahan plantation, with R² = 0.51 and RMSE = 0.6 years.