// <![CDATA[EVALUASI TUTUPAN MANGROVE MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SENTINEL 2A (Studi Kasus :]]> 0420016601 - Hary Nugroho, Ir., M,T. Dosen Pembimbing 1 SANDIKA LESMANA / 232021048 Penulis
Tutupan mangrove merupakan salah satu indikator penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan tutupan mangrove di Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, dengan fokus pada Desa Batukaras dan Desa Karangjaladri, serta menilai kesesuaiannya terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pangandaran. Data yang digunakan berupa citra satelit Sentinel-2A tahun 2019 dan 2024 yang diolah melalui platform Google Earth Engine (GEE) menggunakan algoritma Random Forest. Indeks vegetasi NDVI dan EVI diterapkan sebagai parameter klasifikasi tutupan lahan. Validasi dilakukan secara manual dengan referensi citra resolusi tinggi di Google Earth Pro, serta analisis kesesuaian dilakukan melalui overlay hasil klasifikasi dengan peta RTRW dari Bappeda. Hasil klasifikasi menunjukkan bahwa terjadi perubahan luasan vegetasi mangrove di kedua desa, dengan tingkat akurasi klasifikasi berkisar antara 51% hingga 71% dan nilai koefisien kappa antara 23% hingga 53%. Analisis spasial menunjukkan bahwa sebagian tutupan mangrove di Desa Batukaras berada di luar zona lindung, yaitu dalam kawasan budidaya, sedangkan di Desa Karangjaladri berada dalam zona permukiman. Temuan ini mengindikasikan adanya ketidaksesuaian antara kondisi aktual tutupan mangrove dan zonasi yang ditetapkan dalam RTRW, sehingga diperlukan peninjauan terhadap rencana tata ruang yang lebih responsif terhadap kondisi biofisik di lapangan. Mangrove cover is a key indicator in maintaining the balance of coastal ecosystems. This study aims to evaluate the changes in mangrove cover in Parigi Subdistrict, Pangandaran Regency, focusing on Batukaras and Karangjaladri Villages, as well as to assess its conformity with the Regional Spatial Plan (RTRW) of Pangandaran Regency. The data used consist of Sentinel-2A satellite imagery from 2019 and 2024, processed using the Google Earth Engine (GEE) platform with the Random Forest algorithm. Vegetation indices NDVI and EVI were applied as classification parameters for land cover. Validation was performed manually using high-resolution imagery in Google Earth Pro, and spatial conformity was analyzed through overlay with the official RTRW map provided by the regional planning agency (Bappeda). The classification results show that there were changes in mangrove cover area in both villages, with classification accuracy ranging from 51% to 71% and kappa coefficients between 23% and 53%. Spatial analysis indicates that a portion of the mangrove cover in Batukaras Village lies within the cultivation zone, while in Karangjaladri Village, it is located within the settlement zone. These findings indicate a spatial mismatch between the actual distribution of mangrove vegetation and the designated zoning in the RTRW, suggesting a need for spatial planning revisions that are more responsive to the current biophysical conditions.