// <![CDATA[REKONSTRUKSI DIGITAL DAN ANALISIS ARKEOLOGI GUA AUL BERBASIS DATA TLS DAN FOTOGRAMETRI]]> 0421049203 - Gusti Ayu Jessy Kartini, ST., MT. Dosen Pembimbing 1 FILAH HANIFAN FATHURACHMAN / 232021052 Penulis
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan rekonstruksi digital dan analisis arkeologi terhadap situs Gua Aul melalui pendekatan integrasi data Terrestrial Laser Scanner (TLS) dan fotogrametri. Model 3D yang dihasilkan dari pemindaian TLS dan citra UAV tidak hanya berfungsi sebagai representasi spasial bentuk gua, tetapi juga sebagai alat bantu dalam menginterpretasikan tentang aktivitas manusia prasejarah berdasarkan sebaran temuan arkeologis. Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak Cyclone Register 360, Cyclone 3DR, dan CloudCompare untuk proses registrasi, rekonstruksi permukaan, serta analisis berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan adanya bukti arkeologis signifikan dari masa Mesolitik dan Neolitik, seperti alat batu, fragmen tembikar, sisa fauna, dan tulang manusia. Model 3D juga memungkinkan analisis stratigrafi spasial dan ketebalan sedimen, dengan ketebalan maksimum mencapai 26,2 meter. Selain itu, peta zonasi konservasi disusun mengacu pada Undang-Undang Cagar Budaya No. 11 Tahun 2010, dengan pembagian wilayah ke dalam zona inti, penyangga, dan pengembangan. Kualitas model 3D menunjukkan akurasi tinggi dengan rata-rata selisih hanya 0,003 meter dibandingkan ukuran di lapangan. Penelitian ini membuktikan bahwa teknologi geospasial terintegrasi dapat mendukung interpretasi arkeologi, konservasi digital, dan perencanaan tata ruang situs budaya seperti Gua Aul. Penelitian lanjutan secara multidisiplin direkomendasikan untuk memperdalam pemahaman terhadap dinamika spasial dan upaya perlindungan situs secara berkelanjutan. This study aims to conduct digital reconstruction and archaeological analysis of the Aul Cave site through an integrated approach using Terrestrial Laser Scanner (TLS) data and photogrammetry. The 3D models generated from TLS scans and UAV imagery not only serve as spatial representations of the cave's form but also as tools for interpreting prehistoric human activities based on the distribution of archaeological findings. Data processing was carried out using Cyclone Register 360, Cyclone 3DR, and CloudCompare software for registration, surface reconstruction, and continuous analysis. The results of the study show significant archaeological evidence from the Mesolithic and Neolithic periods, such as stone tools, pottery fragments, fauna remains, and human bones. The 3D model also enables spatial stratigraphic analysis and sediment thickness, with a maximum thickness of 26.2 meters. Additionally, a conservation zoning map was created in accordance with the Cultural Heritage Preservation Law No. 11 of 2010, dividing the area into core, buffer, and development zones. The quality of the 3D model demonstrates high accuracy, with an average deviation of only 0.003 meters compared to field measurements. This study demonstrates that integrated geospatial technology can support archaeological interpretation, digital conservation, and spatial planning for cultural sites such as Aul Cave. Further multidisciplinary research is recommended to deepen understanding of spatial dynamics and sustainable site protection efforts.