// <![CDATA[ANALISIS RADIASI PANAS PADA OVERHEAD LINES 22 KV AREA BATU GAJAH PERAK MALAYSIA DENGAN METODE INFRARED THERMOGRAPHY.]]> ANASTASIA RACHMAN / 11.2005.113 Dosen Pembimbing 1 Ir. Soenarjo Abdul Hafidz Mohd Yusuf, B.Eng.
Infrared thermography adalah teknik pendeteksian radiasi infrared dari suatu objek dengan suhu diatas - 273ºK atau 0°C yang meradiasi panas mengubahnya menjadi bentuk grafis. Peralatan yang mengalami kerusakan akan mengemisi radiasi panas berlebih yang kemudian dapat menyebabkan rugi-rugi (losses). Prinsip dasar dari radiasi panas pada peralatan listrik yaitu : saat titik sambungan pada peralatan listrik rusak, resistansinya akan bertambah dan menyebabkan timbulnya rugi-rugi listrik yang berbentuk panas dan menyebabkan kenaikan suhu pada titik sambungan peralatan. Saat timbul kenaikan suhu yang disebabkan oleh buruknya titik sambungan ataupun beban lebih, pada thermogram akan terlihat sebagai titik dengan warna lebih terang. Dengan metode Infrared Thermography diharapkan radiasi panas yang tinggi pada titik sambungan dapat terdeteksi sehingga memudahkan dalam proses pelacakan gangguan. Pengamatan dilakukan secara online pada 15 peralatan listrik di Overhead lines 22 kV area Batu Gajah Area, Perak, Malaysia menggunakan kamera infrared AGEMA Thermovision® 570 dan analisis dengan perangkat lunak AGEMA IRWin Report 5.4. Berdasarkan hasil pengamatan ditemukan radiasi panas dengan kondisi Acute Overheating dengan kategori HIGH/SEVERE pada titik sambungan peralatan dengan kenaikan suhu mencapai lebih dari 35°C dan kerugian akibat radiasi panas mencapai 14.061, 12 W/m2. Metode Infrared Thermography dapat mendeteksi penyebab kenaikan suhu langsung pada sumbernya sehingga tindakan perbaikan dapat dilakukan lebih efisien dan tepat pada titik terjadinya gangguan serta dapat menurunkan kategori kenaikan suhu pada peralatan listrik dari HIGH (ΔT > 35°C) menjadi NORMAL (ΔT < 9°C) serta mampu mengurangi heat losses sebesar 7.234, 26 W/m2 dengan efisiensi mencapai 44,34 %.