// <![CDATA[PEMETAAN TINGKAT KERAWANAN LONGSOR DI KABUPATEN BANDUNG BARAT DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS]]> 0407096502 - Dr. Dewi Kania Sari, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 Dendi Juniansyah Putra / 232021054 Penulis
Kabupaten Bandung Barat merupakan salah satu wilayah di Provinsi Jawa Barat yang rentan terhadap bencana tanah longsor sebagaimana tercantum dalam dokumen kajian risiko bencana tahun 2017–2021. Upaya mitigasi risiko memerlukan identifikasi spasial tingkat kerawanan longsor untuk mendukung penyusunan strategi penanggulangan bencana sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2006. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kerawanan longsor di Kabupaten Bandung Barat menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan 12 parameter, yaitu jenis batuan, kemiringan lereng, kelengkungan lereng, curah hujan, aspek, jarak terhadap patahan, jarak terhadap sungai, jarak terhadap jalan, tutupan lahan, jenis tanah, elevasi, dan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah ini didominasi oleh kelas kerawanan sedang (49,18% dari total luas), diikuti oleh kerawanan tinggi (24,07%), rendah (15,01%), sangat rendah (9,13%), dan sangat tinggi (2,60%). Faktor dominan yang paling berpengaruh terhadap tingkat kerawanan adalah jenis batuan (0,204), kemiringan lereng (0,162), kelengkungan lereng (0,150), dan curah hujan (0,125). Validasi model menghasilkan tingkat akurasi sebesar 82% melalui uji titik sampel dan 81,25% melalui perbandingan dengan kelas ketahanan daerah. Dengan demikian, model pemetaan kerawanan longsor berbasis AHP terbukti cukup akurat dan dapat dijadikanacuan dalam perencanaan mitigasi bencana di Kabupaten Bandung Barat. West Bandung Regency is one of the areas in West Java Province that is prone to landslides, as stated in the 2017–2021 disaster risk assessment document. Risk mitigation efforts require spatial identification of landslide vulnerability levels to support the development of disaster management strategies in accordance with Minister of Home Affairs Regulation No. 33 of 2006. This study aims to map the level of landslide vulnerability in West Bandung Regency using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method with 12 parameters, namely rock type, slope inclination, slope curvature, rainfall, aspect, distance to faults, distance to rivers, distance to roads, land cover, soil type, elevation, and Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). The results showthat this area is dominated by moderate vulnerability (49.18% of the total area), followed by high vulnerability (24.07%), low vulnerability (15.01%), very low vulnerability (9.13%), and very high vulnerability (2.60%). The dominant factors that most influenced the level of vulnerability were rock type (0.204), slope inclination (0.162), slope curvature (0.150), and rainfall (0.125). Model validation resulted in an accuracy rate of 82% through sample point testing and 81.25% through comparison with regional resistance classes. Thus, the AHP-based landslide vulnerability mapping model has proven to be sufficiently accurate and can be used as a reference in disaster mitigation planning in the district.