// <![CDATA[INTEGRASI DATA UNTUK PEMODELAN 3D INTERIOR DAN EKSTERIOR MASJID AL-SYURO CIPARI]]> 0421049203 - Gusti Ayu Jessy Kartini, ST., MT. Dosen Pembimbing 1 JOURISTIANY / 232021063 Penulis
Pelestarian bangunan cagar budaya memerlukan dokumentasi yang akurat dan komprehensif untuk mendukung upaya konservasi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan data interior dan eksterior Masjid Al-Syuro Cipari menggunakan kombinasi Terrestrial Laser Scanner (TLS) dan Handheld Laser Scanner (HLS) melalui pemodelan 3D. Dua metode integrasi yang dibandingkan yaitu free-net georeferencing dan independent georeferencing untuk menentukan pendekatan yang paling efektif. Akuisisi data dilakukan menggunakan TLS Leica RTC 360 untuk area eksterior dan HLS Leica BLK2GO untuk area interior yang sulit dijangkau, khususnya tempat wudhu dan menara masjid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode berhasil mengintegrasikan data interior dan eksterior tanpa pergeseran pada zona transisi dengan elemen arsitektural terdefinisi jelas. Metode free-net georeferencing menghasilkan model dengan RMSE 0,003 m dan overlap 66%, sedangkan independent georeferencing memberikan fleksibilitas pemrosesan yang lebih tinggi meskipun memerlukan perhatian khusus terhadap kesalahan sistematis. Uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara dimensi objek aktual dengan model point cloud pada kedua metode. Model 3D terintegrasi yang dihasilkan dapat menjadi acuan untuk dokumentasi, pemeliharaan, dan konservasi bangunan cagar budaya dengan tingkat akurasi geometrik yang memadai. Heritage building preservation requires accurate and comprehensive documentation to support long-term conservation efforts. This study aims to integrate interior and exterior data of Al-Syuro Cipari Mosque using a combination of Terrestrial Laser Scanner (TLS) and Handheld Laser Scanner (HLS) through 3D modeling. Two integration methods were compared: free-net georeferencing and independent georeferencing to determine the most effective approach. Data acquisition was performed using Leica RTC 360 TLS for exterior areas and Leica BLK2GO HLS for hard-to-reach interior areas, particularly the ablution area and mosque tower. Results showed that both methods successfully integrated interior and exterior data without gaps in transition zones with clearly defined architectural elements. The free-net georeferencing method produced models with RMSE of 0.003 m and 66% overlap, while independent georeferencing provided higher processing flexibility despite requiring special attention to systematic errors. Statistical tests showed no significant difference between actual object dimensions and point cloud models in both methods. The resulting integrated 3D model can serve as a reference for documentation, maintenance, and conservation of heritage buildings with adequate geometric accuracy.