// <![CDATA[PERANCANGAN VIDEO DOKUMENTER CANDI SUKUH, JAWA TENGAH, SEBAGAI UPAYA EDUKASI SEJARAH DAN BUDAYA BAGI GENERASI MUDA]]> 0403088105 - Dr. Agustina Kusuma Dewi, S. Sos., M. Ds. Dosen Pembimbing 1 Shiddiq Bi'tsatulfathi Syaiful Karim / 33-2021-031 Penulis
Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keragaman budaya yang luar biasa, salah satu wujudnya adalah keberadaan candi-candi yang tersebar di wilayah Pulau Jawa. Candi-candi ini telah melewati berbagai fase sejarah dan merefleksikan pengaruh dari beragam agama serta sistem kepercayaan yang berkembang di nusantara. Variasi bentuk dan struktur candi mencerminkan dinamika serta pluralitas keyakinan yang dianut oleh masyarakat pada masa lalu. Candi Sukuh terletak di lereng barat Gunung Lawu, tepatnya di Bukit Sukuh yang berada di antara Bukit Pringgodani dan Bukit Tambak. Candi Sukuh, merupakan salah satu situs bersejarah yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran Sejarah dan kebudayaan. Undang-Undang No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, mendefinisikan cagar budaya sebagai warisan budaya yang berbentuk benda, bangunan, struktur, situs, atau kawasan, baik di darat maupun di perairan, yang perlu dilestarikan karena memiliki nilai penting dalam sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan melalui proses penetapan. Film kini berfungsi sebagai saluran multiliterasi budaya dan sebagai medium komunikasi antar budaya, yang memungkinkan pertukaran makna, objek, dan identitas budaya secara lebih luas. Karena itu, perancangan video dokumenter ini bermaksud agar sejarah mengenai Candi Sukuh bisa diterima oleh generasi muda. Video dokumenter ini akan dirancang dengan tampilan yang menarik bagi generasi muda. Dengan susunan yang tidak berbelit, mengandung informasi yang mudah dan cepat dipahami. Indonesia is known as a country with an extraordinary cultural diversity, one manifestation of which is the presence of numerous temples scattered across the island of Java. These temples have gone through various historical phases and reflect the influence of different religions and belief systems that developed in the archipelago. The diversity in form and structure of the temples illustrates the dynamics and plurality of beliefs embraced by the people in the past. Sukuh Temple is located on the western slope of Mount Lawu, specifically on Sukuh Hill, which lies between Pringgodani Hill and Tambak Hill. Sukuh Temple is one of the historical sites that can be utilized as a learning resource for history and culture. Law No. 11 of 2010 on Cultural Heritage defines cultural heritage as cultural assets in the form of objects, buildings, structures, sites, or areas, whether on land or in water, that must be preserved due to their significant value in history, science, education, religion, and culture through a process of designation. Today, film functions as a medium of cultural multiliteracy and intercultural communication, allowing for the exchange of meaning, objects, and cultural identities more broadly. Therefore, the design of this documentary video aims to make the history of Sukuh Temple more accessible and engaging for the younger generation. The documentary will be presented in a visually appealing format tailored for youth audiences, with a straightforward narrative structure and information that is easy and quick to understand.