STUDI SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DI DAERAH PEMUKIMAN PADAT TIDAK TERATUR
Daerah domestik mempunyai peranan yang sangat besar dalam proses timbulnya sampah, dimana kepadatan penduduk dapat mempengaruhi besar atau kecilnya timbulan sampah. Berdasarkan pengamatan di lokasi studi (studi kasus: RW 14 dan RW 15 Kelurahan Lebak Gede Bandung), masih ada beberapa kekurangan dalam pelaksanaan pengelolaan sampah, yaitu pada sistem pewadahan dan pengumpulan sampah. Oleh karena itu perlu diajukan beberapa usulan alternatif pengembangan sistem pengelolaan sampah yang baik dan tepat, sehingga dapat menjadi lebih hygienis, efisien dan praktis serta dapat mereduksi timbulan sampah yang akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Untuk menentukan alternatif terbaik yang terpilih, dilakukan pembobotan (rangking) dengan metoda "Weighted Ranking Technique". Metoda ini pada prinsipnya adalah penilaian dengan membandingkan masing-masing usulan alternatif dan penilaian dengan membandingkan tiap-tiap parameter yang telah ditentukan Berdasarkan pembobotan ini diperoleh usulan alternatif terbaik yang terpilih adalah alternatif II, yaitu sistem pewadahan dan pengumpulan komunal tanpa adanya pernilahan sampah, dimana wadah I (di sumber masing-masing) adalah kantong plastik bekas / keresek dan wadah II (wadah komunal) berupa bin tertutup. Pernilahan sampah dilakukan pada saat pemindahan di Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
Detail Information
Citation
APA Style
. (2003).STUDI SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DI DAERAH PEMUKIMAN PADAT TIDAK TERATUR ().Teknik Lingkungan:FTSP
Chicago Style
.STUDI SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DI DAERAH PEMUKIMAN PADAT TIDAK TERATUR ().Teknik Lingkungan:FTSP,2003.Text
MLA Style
.STUDI SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DI DAERAH PEMUKIMAN PADAT TIDAK TERATUR ().Teknik Lingkungan:FTSP,2003.Text
Turabian Style
.STUDI SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DI DAERAH PEMUKIMAN PADAT TIDAK TERATUR ().Teknik Lingkungan:FTSP,2003.Text