PERENCANAAN SISTEM PENGOLAHAN AIR BERSIH DALAM RANGKA REKLAMASI LIMBAH CAIR OUTLET IPAL INDUSTRI TEKSTIL (STUDI KASUS: PT. GRANDTEX)
Dari kondisi eksisting di PT. Grandtex, yaitu selama tahun 2003, diketahui bahwa penggunaan air bersih yang paling besar adalah untuk proses produksi di Departemen weaving persiapan dan Weaving finishing. Kebutuhan air bersih bagi dua departemen ini adalah sebesar 40.898,75 m³/bulan atau sekitar 55% dari kebutuhan air bersih total, dimana pemenuhannya disuplai seluruhnya oleh sumur artesis PT. Grandtex. Dengan mempertimbangkan bahwa air sumur memiliki keterbatasan dari segi kapasitas, dan dilain pihak kebutuhan air bersih untuk proses produksi dapat meningkat, serta izin pengeboran untuk memperoleh air tanah makin dipersulit, maka PT. Grandtex memutuskan untuk melakukan penghematan pemakaian air bersih bagi dua departemen produksi di atas. Penghematan diwujudkan dengan membagi pasokan air bersih bagi dua departemen tersebut, yaitu 50% kebutuhan akan dipasok dari sumber semula dan sisanya akan dipasok dari sumber lain/alternatif. Adapun sumber air bersih alternatif yang dicoba untuk dipergunakan adalah air limbah non domestik dari outlet IPAL PT. Grandtex sendiri. Permasalahannya, air bersih yang selama ini memasok kebutuhan air bersih di Departemen weaving persiapan dan weaving finishing kualitasnya minimal setara dengan standar kualitas kriteria mutu air kelas III berdasarkan PP R.I No.82 tahun 2001, sedangkan kualitas air limbah outlet IPAL PT. Grandtex belum memenuhi standar ini. Dengan demikian air limbah ini perlu diolah lebih lanjut. Berdasarkan pengumpulan data data primer dan sekunder, diketahui ada tujuh parameter yang belum sesuai dengan standar kualitas kriteria mutu air kelas III, yaitu: BOD, COD, TDS, H₂S, DO, fecal dan total coliform. Dari studi pustaka yang telah dilakukan, direncanakan sistem pengolahan secara fisika kimia biologi akan diterapkan untuk mengolah air limbah di atas. Adapun jumlah alternatif sistem pengolahan yang diusulkan dua buah, dengan perbedaan pada unit biologinya, dimana pada Iternatif pertama dipakai lumpur aktif sedangkan alternatif kedua memakal trickling filter. Selain itu, pada alternatif pertama juga dipakai satu buah unit tambahan, yaitu unit desinfeksi/oksidasi menggunakan kaporit. Dengan mempergunakan metode WRT (Weight Ranking Technique) serta melalui beberapa pertimbangan baik secara teknis dan ekonomis, diperoleh alternatif kedua sebagai alternatif terpilih untuk diterapkan di PT. Grandtex. Pada alternatif terpilih ini unit unit pengolahan yang dipergunakannya adalah: trickling filter, adsorpsi menggunakan GA dan oksidasi/desinfeksi menggunakan kaporit. Dengan urutan unit unit seperti ini, konsentrasi awal dari parameter - parameter berlebih di atas dapat diturunkan. Adapun konsentrasi awal dan akhir yang dimaksud ini, berturut turut: 52,66-4,6; 129,28-48,48; 1162,5-938,7; 0,196-0,00196; 0,25->3; 47.000-881,25 Parameter parameter ini konsentrasinya dalam mg/L kecuali untuk total coliform konsentrasinya dalam MPN/100 mL. Adapun biaya total yang diperlukan untuk membangun alternatif terpilih ini diperkirakan adalah sebesar 300.494.662,50 rupiah Sedangkan biaya operasinya diperkirakan adalah sebesar 526.546,05 rupiah.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2004).PERENCANAAN SISTEM PENGOLAHAN AIR BERSIH DALAM RANGKA REKLAMASI LIMBAH CAIR OUTLET IPAL INDUSTRI TEKSTIL (STUDI KASUS: PT. GRANDTEX) ().Teknik Lingkungan:FTSP
Chicago Style
.PERENCANAAN SISTEM PENGOLAHAN AIR BERSIH DALAM RANGKA REKLAMASI LIMBAH CAIR OUTLET IPAL INDUSTRI TEKSTIL (STUDI KASUS: PT. GRANDTEX) ().Teknik Lingkungan:FTSP,2004.Text
MLA Style
.PERENCANAAN SISTEM PENGOLAHAN AIR BERSIH DALAM RANGKA REKLAMASI LIMBAH CAIR OUTLET IPAL INDUSTRI TEKSTIL (STUDI KASUS: PT. GRANDTEX) ().Teknik Lingkungan:FTSP,2004.Text
Turabian Style
.PERENCANAAN SISTEM PENGOLAHAN AIR BERSIH DALAM RANGKA REKLAMASI LIMBAH CAIR OUTLET IPAL INDUSTRI TEKSTIL (STUDI KASUS: PT. GRANDTEX) ().Teknik Lingkungan:FTSP,2004.Text