Detail Cantuman

PENGARUH PENERAPAN RUTR DAS CITARUM HULU DAN TEKNIK KONSERVASI TANAH TERHADAP TINGKAT EROSI DI SUB DAS CIKAPUNDUNG

PENGARUH PENERAPAN RUTR DAS CITARUM HULU DAN TEKNIK KONSERVASI TANAH TERHADAP TINGKAT EROSI DI SUB DAS CIKAPUNDUNG


Sub DAS Cikapundung merupakan salah satu dari 12 sub DAS dalam daerah aliran sungai Citarum hulu, yang bersumber dari mata air di sebagian bukit-bukit sekeliling cekungan Bandung. Wilayah sub DAS Cikapundung terletak, dibagian utara Bandung yang memiliki luas 267.7 km² dan jumlah penduduk 963.718 jiwa pada tahun 2001(PCI, 2001) Ditinjau dari pola tata guna lahan eksisting kawasan Sub DAS Cikapundung didominasi oleh areal pemukiman dan pertanian lahan kering (PCI, 2001). Menurut Rencana Teknik Lapangan Balai Rehabilitasi lahan dan konservasi Tanah (RIL-BRLKT 1987/1988) Wil IV, wilayah sub DAS Cikapundung merupakan prioritas kedua dalam program pengendalian kerusakan tanah akibat erosi dari kelima Sub DAS yang terkategori kritis yang terletak di wilayah DAS Citarum Hulu Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, tingkat bahaya erosi di Sub DAS Cikapundung sebesar 119.9 ton/ha/tahun (PCI, 2001) dari data tersebut dapat diketahui sub DAS Cikapundung termasuk kelas III (60-180 ton/ha/tahun) dengan tingkat bahaya erosi sedang. Dinas Tata kota dan Pemukiman mengusulkan RUTR khusus untuk Sub DAS Citarum, dimana usulan tata guna lahannya adalah sawah (1246.11 ha), kebun (3365.93), hutan (2183.65 ha), semak, (127.91 ha), Ladang (3508.46 ha), pemukiman (3645.51 ha), tanah kosong (456.83 ha). PCI merupakan suatu konsultan yang mengusulkan program rehabilitasi lahan dan konservasi tanah yang akan difokuskan pada usaha lahan pertanian. PCI sudah mengusulkan teknik konservasi tanah yang cocok untuk diterapkan Sub DAS Cikapundung yang terdiri dari Agroforestri 1 dengan teras bangku (Ag-1B), Agroforestri dengan teras gulud (Ag-1D), dipertimbangkan ada teras untuk model hutan (Fr-2) Penelitian ini mencoba menggabungkan usulan RUTR dari Dinas Tata Ruang dan Pemukiman dan konservasi tanah dari PCI sehingga diharapkan tingkat bahaya erosi bisa turun secara signifikan. Metoda yang digunakan adalah metoda USLE (Universal Soil loss Equation) Kenaikan sebesar 89 ton/ha terhadap eksisting, penurunan sebesar145 ton/ha terhadap eksisting dan konservasi. Secara umum TBE pada Kelas III, IV,V (membahayakan) naik sebesar 21.3% dari semula, hal tersebut dikarenakan perubahan tata guna lahan yang semula menaikkan indeks vegetasi penutup (C) juga tata guna lahan baru banyak yang tidak termasuk pada jenis konservasi tanah yang diusulkan.

Sub DAS (River Flow Area) of cikapundung is one of 12 Sub DAS in river flow area of Citarum headwater. It comes from spring around the Bandung hills. The area of Sub DAS Cikapundung located in the North Bandung has 267.7 Square kilometers and about 963.718 number of population in 2001 (PCI, 2001). If we see from the patern of land usage in Sub DAS Cikapundung is cocered by housing and dry soil farm (PCI, 2001). According to RTL-BRCKT 1987/1988 (Plan of Technical Field Soil Conservation and Land Rehabilitation Office) region IV, river flow area of Cikapundung becomes the second priority to control of damage soil program because of erotion from the fuie of DAS Cikapundung which are in critical category located in DAS Citarum water heads. Base on the research, the erotion danger level in DAS Cikapundung around 119.9 ton/ha/year (PCI, 2001) referring to the data above, Sub DAS Cikapundung considered as the third level (60-80 ton/ha/year) in the middle level of erotion danger. City Planning and Housing suggest special RUTR for sub DAS Citarum whereas; rice field 1246.11 ha, plantation 3365.93 ha, forest 2183.65 ha, bushes 127.91 ha, field 3508.46 ha, and empty space 456.83 ha. PCI is a consultant to conduct land rehabilitation and soil conservation for agriculture. The tecfinical soil conservation for Sub DAS Cikapundung Consist of agroforestry 1 terraced bench (Ag-18), terraced gulud (Ag-1D), and still be considered for forest type of terrace (Fr-2). This research trics to combine RUTR from City Planning and Housing Office, and soil conservation from PCI. USLE method is used to analyse the increasing of 89 ton/ha existing, the decreasing of 145 ton/ha to existing and conservation. Commonly TBE is on the third, fourth, and fifth level are dangerous and it increase about 21.3% from beginning caused by the chang of land usage.


LOADING LIST...

LOADING LIST...

Detail Information

Bagian Informasi
Pengarang DEWI SEPTIANI / 251999001 - Personal Name
Susiani Susanti, ST., MT. - Personal Name
No. Panggil 123TL/04
Subyek Daerah Aliran Sungai, Tata Guna Lahan, Erosi, Ting
Tingkat Bahaya Erosi, Metoda USLE
Fakultas FTSP
Tahun Terbit 2004
Jurusan Teknik Lingkungan
Deskripsi Fisik
Info Detil Spesifik


Citation

. (2004).PENGARUH PENERAPAN RUTR DAS CITARUM HULU DAN TEKNIK KONSERVASI TANAH TERHADAP TINGKAT EROSI DI SUB DAS CIKAPUNDUNG().Teknik Lingkungan:FTSP

.PENGARUH PENERAPAN RUTR DAS CITARUM HULU DAN TEKNIK KONSERVASI TANAH TERHADAP TINGKAT EROSI DI SUB DAS CIKAPUNDUNG().Teknik Lingkungan:FTSP,2004.Text

.PENGARUH PENERAPAN RUTR DAS CITARUM HULU DAN TEKNIK KONSERVASI TANAH TERHADAP TINGKAT EROSI DI SUB DAS CIKAPUNDUNG().Teknik Lingkungan:FTSP,2004.Text

.PENGARUH PENERAPAN RUTR DAS CITARUM HULU DAN TEKNIK KONSERVASI TANAH TERHADAP TINGKAT EROSI DI SUB DAS CIKAPUNDUNG().Teknik Lingkungan:FTSP,2004.Text

 



Homepage Info

Koleksi  ETD adalah merupakan Tugas Akhir mahasiswa Itenas dalam menempuh program Sarjana/Magister. Seluruh isi dari Tugas Akhir adalah merupakan tanggung jawab penulis sepenuhnya.

Koleksi


Total ETDs : 20322

Total Kunjungan: 26011 dari Maret 2018

Media Sosial / Kanal

Address

UPT Perpustakaan Itenas
Jl. PKH. Mustopha No.23
Bandung 40124, Indonesia
Phone: +62-22-7272215,
email: libary[at]itenas.ac.id