PERENCANAAN PENGOLAHAN AIR BUANGAN INDUSTRI KERTAS PT. X
Di dalam kegiatan industri dan teknologi, air yang telah digunakan dalam prosesnya tidak boleh dibuang langsung ke lingkungan karena mengandung zat-zat kimia yang berbahaya yang dapat menyebabkan pencemaran. Air limbah tersebut harus diolah terlebih dahulu agar mempunyai kualitas yang sama dengan lingkungan. Untuk mengatasi masalah ini, industri harus membangun fasilitas pengolah limbah agar air limbah yang dibuang sesuai dengan Baku Mutu Limbah Cair Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat NO. 6 Tahun 1999 bagi Kegiatan Industri. Pengolahan limbah dari bahan buangan industri dan teknologi dimaksudkan untuk mengurangi pencemaran. Salah satu industri yang menghasilkan limbah pada proses produksinya adalah PT. X yang menghasilkan berbagai jenis kertas antara lain kertas security, HVS dan kertas sigaret.
Dari laporan hasil uji air limbah menunjukkan bahwa konsentrasi air limbah rata - rata dari proses produksi untuk pengambilan tanggal 20 Mei 2003, 17 Juni 2003 dan 16 Juli 2003 untuk parameter BOD520 sebesar 119 mg/l, COD sebesar 249 mg/l, zat padat tersuspensi (TSS) sebesar 81 mg/l dan pH sebesar 7,4, sedangkan kadar maksimum yang diperbolehkan sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat No 6 Tahun 1999 lampiran II.5 untuk Industri Kertas Halus yaitu BOD, sebesar 100 mg/l, COD sebesar 200 mg/l, zat padat tersuspensi sebesar 100 mg/l dan pH antara 6-9. Beban pencemaran yang dihasilkan untuk parameter BOD, sebesar 14,47kg/ton, COD sebesar 30,3 kg/ton dan zat padat tersuspensi sebesar 9,8 kg/ton. Beban pencemaran maksimum yang diperbolehkan dalam baku mutu limbah cair untuk BODs sebesar 5 kg/ton, COD sebesar 10 kg/ton dan zat padat tersuspensi (TSS) sebesar 5 kg/ton.
Berdasarkan data hasil uji air limbah menunjukkan bahwa konsentrasi BOD, dan COD melebihi baku mutu terhadap kadar maksimum serta beban pencemaran BOD, COD dan zat padat tersuspensi (TSS) melebihi baku mutu terhadap beban pencemaran maksimum. Efisiensi minimum yang harus disisihkan untuk konsentrasi BOD, sebesar 16% dan COD sebesar 19% sedangkan efisiensi minimum yang harus disisihkan untuk beban pencemaran BOD, sebesar 65,44%, COD sebesar 67% dan TSS sebesar 49%.
Pada perencanaan pengolahan air buangan ini dilakukan berdasarkan pada data karakteristik hasil uji air limbah Perencanaan unit pengolahan ini terdiri dari saluran pembawa, screening, ekualisasi, hampur aktif. Clarifier dan unit pengolah lumpur yaitu pemekat lumpur (sludge thickening) dan pengering lumpur (sludge dewatering).
Detail Information
Citation
APA Style
. (2004).PERENCANAAN PENGOLAHAN AIR BUANGAN INDUSTRI KERTAS PT. X ().Teknik Lingkungan:FTSP
Chicago Style
.PERENCANAAN PENGOLAHAN AIR BUANGAN INDUSTRI KERTAS PT. X ().Teknik Lingkungan:FTSP,2004.Text
MLA Style
.PERENCANAAN PENGOLAHAN AIR BUANGAN INDUSTRI KERTAS PT. X ().Teknik Lingkungan:FTSP,2004.Text
Turabian Style
.PERENCANAAN PENGOLAHAN AIR BUANGAN INDUSTRI KERTAS PT. X ().Teknik Lingkungan:FTSP,2004.Text