STUDI EVALUASI SANITASI LINGKUNGAN PEMUKIMAN RUMAH SUSUN APRON KEMAYORAN JAKARTA
Rumah susun sejauh ini merupakan jawaban yang tepat untuk memecahkan masalah pemukiman pada kota metropolitan seperti Jakarta. Salah satu rumah susun yang terdapat di Jakarta adalah Rumah Susun Apron Kemayoran Jakarta (RSAKJ) yang terdiri dari 8 Blok dan memiliki 2 tipe perumahan (tipe 21 dan tipe 36) dengan jumlah 672 buah dan pertokoan dengan jumlah 168 buah. Jumlah penduduk RSAKJ sebanyak 3364 jiwa. Masyarakat penghuni rumah susun terdiri dari lapisan masyarakat yang secara kultural mempunyai latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya yang berbeda. Sanitasi lingkungan pemukiman di rumah susun sangat erat hubungannya dengan penghuninya sebagai pemakai dan pemelihara fasilitas sanitasi yang telah disediakan. Aspek sanitasi yang dievaluasi adalah Penyediaan Air Bersih, Penyaluran Air Buangan, Pengelolaan Persampahan, Kebisingan. Aspek sanitasi ini Dibandingkan dengan sistem peraturan, standard yang berlaku. Sistem penyediaan air bersih pada RSAKJ yang diterapkan yaitu dengan sistem tangki atap. Rata-rata penggunaan air bersih perorang tiap harinya memenuhi standar yang dikeluarkan oleh Puslitbangkim PU tahun 1998 yaitu 100-200 L/O/h. Supply air bersih yang ada di RSAKJ bersumber dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) mempunyai kualitas yang layak untuk dikonsumsi oleh penghuni. Terlihat pada Tabel 4.3 yang merupakan hasil pemeriksaan laboratorium dan menyatakan bahwa karakteristik yang diuji memenuhi standar Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/MENKES/K/VII/2002. Sistem Penyaluran air buangan yang diterapkan di RSAKJ adalah sistem terpisah. Pada Sistem Penyaluran air buangan yang diterapkan di RSAKJ pernah terjadi arus balik pada air bekas sebanyak 23% dan 15% arus balik pada air kotor. Timbulan sampah yang dihasilkan oleh RSAKJ per harinya adalah sebesar 4.965 l/o/h untuk sampah domestik dan 30.233 l/bangunan non rumah/h untuk timbulan sampah non domestik. Sebanyak 62.89% responden menggunakan kantong plastik sebagai tempat sampah. Sebanyak 72% responden yang tinggal di RSAKJ memiliki 2 buah tempat sampah. 50% responden mengangkut sampahnya langsung dibuang ke TPS yang berada di blok 2. Frekuensi pengumpulan sampah dari tiap unit satuan rumah susun, sebanyak 63% responden melakukannya setiap hari. Berdasarkan Grafik 4.18 ternyata sumber bising utama adalah kendaraan bermotor yaitu sebanyak 94 %. Tingkat kebisingan di RSAKJ yang tertinggi sebesar 63.01 dB-A pada titik 1. Hal ini melebihi baku tingkat kebisingan menurut Kep 48/ MENLH/11/1996 yang mempunyai baku tingkat kebisingan sebesar 55 dB-A. Ada beberapa aspek sanitasi yang tidak sesuai dengan sistem, standar, dan peraturan yang berlaku. Diharapkan alternatif perbaikan yang disimpulkan dapat diterapkan di RSAKJ.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2005).STUDI EVALUASI SANITASI LINGKUNGAN PEMUKIMAN RUMAH SUSUN APRON KEMAYORAN JAKARTA ().Teknik Lingkungan:FTSP
Chicago Style
.STUDI EVALUASI SANITASI LINGKUNGAN PEMUKIMAN RUMAH SUSUN APRON KEMAYORAN JAKARTA ().Teknik Lingkungan:FTSP,2005.Text
MLA Style
.STUDI EVALUASI SANITASI LINGKUNGAN PEMUKIMAN RUMAH SUSUN APRON KEMAYORAN JAKARTA ().Teknik Lingkungan:FTSP,2005.Text
Turabian Style
.STUDI EVALUASI SANITASI LINGKUNGAN PEMUKIMAN RUMAH SUSUN APRON KEMAYORAN JAKARTA ().Teknik Lingkungan:FTSP,2005.Text