PENGARUH FLY ASH, ABU AMPAS TEBU DAN LIMBAH KARBIT TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR GEOPOLIMER
Penggunaan semen dalam mortar konvensional berdampak negatif terhadap lingkungan karena tingginya emisi karbon yang dihasilkan selama proses produksinya. Sebagai alternatif, mortar geopolimer dikembangkan dengan memanfaatkan material limbah seperti fly ash, abu ampas tebu (AAT), dan limbah karbit (LK) sebagai bahan penyusun yang lebih ramah lingkungan. Kandungan silika (SiO₂) dan alumina (Al₂O₃) pada fly ash dan AAT berfungsi sebagai bahan pozzolan, sedangkan kandungan kalsium oksida (CaO) pada LK berperan dalam mempercepat proses pengerasan melalui pembentukan fase C–S–H. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan variasi komposisi FA, AAT, dan LK, serta pengujian kuat tekan pada umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kombinasi optimum diperoleh pada komposisi 60% FA : 20% AAT : 20% LK, dengan nilai kuat tekan maksimum sebesar 50,78 MPa pada umur 28 hari. Temuan ini membuktikan bahwa kombinasi ketiga material limbah tersebut dapat dimanfaatkan secara simultan dalam pembuatan mortar geopolimer, menghasilkan performa mekanik yang tinggi sekaligus mendukung konsep konstruksi berkelanjutan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2026).PENGARUH FLY ASH, ABU AMPAS TEBU DAN LIMBAH KARBIT TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR GEOPOLIMER ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.PENGARUH FLY ASH, ABU AMPAS TEBU DAN LIMBAH KARBIT TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR GEOPOLIMER ().Teknik Sipil:FTSP,2026.Text
MLA Style
.PENGARUH FLY ASH, ABU AMPAS TEBU DAN LIMBAH KARBIT TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR GEOPOLIMER ().Teknik Sipil:FTSP,2026.Text
Turabian Style
.PENGARUH FLY ASH, ABU AMPAS TEBU DAN LIMBAH KARBIT TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR GEOPOLIMER ().Teknik Sipil:FTSP,2026.Text