LOSARI CITY WALK.
City walk hadir berupa koridor ruang terbuka untuk pejalan kaki yang menghubungkan beberapa fungsi komersial dan ritel yang berada di lahan properti milik pengembang privat yang diperuntukkan sebagai ruang publik. Koridor ini biasanya terbuka dan relatif cukup lebar, berkisar 6 hingga 12 meter, tergantung konsep jenis kegiatan yang akan diciptakan. Aktivitas di city walk biasanya lebih ke arah gaya hidup yang sedang berkembang saat itu. Dari tempat nongkrong di kafe dan restoran sampai toko yang menjual pernak-pernik yang berkaitan dengan gaya hidup, seperti barang teknologi, tempat bermain anak, olahraga, bioskop, hingga barang kerajinan. Persimpangan koridor city walk sering digunakan sebagai ruang terbuka untuk panggung pertunjukan. Ruang ini juga berfungsi sebagai penghubung atau penyatu massa bangunan yang biasanya terpecah. Fungsi kegiatan ini sangat membantu dalam mengundang pengunjung pada waktu tertentu, seperti akhir minggu. Pada zaman sekarang pola hidup atau tradisi masyarakat modern terkekang oleh tuntutan ekonomi. Hal tersebut dapat dilihat dari rutinitas sehari-hari yang sangat repetitif, di mana mereka harus bekerja setiap hari dan selalu menyibukkan diri. Dengan pola hidup yang demikian akan tercipta masyarakat yang individualis. Dari sifat individualistis tersebut maka kegiatan masyarakat akan terpisah-pisah dan selalu terasing dengan adanya tembok atau dinding bangunan sebagai pembatas mereka, sehingga semua kegiatan cenderung bersifat indoor. Hal inilah yang mendorong timbulnya ide untuk membangun city walk, dengan menyatukan berbagai aktivitas relaksasi dalam sebuah ruang yang pada akhirnya dapat mengurangi sifat individualis masyarakat pada zaman sekarang. Pada saat ini kota Makassar belum mempunyai sebuah sarana relaksasi komersial atau mall yang memadai. Mall-mall yang berada di kota Makassar saat ini belum memiliki sebuah tampilan arsitektur yang atraktif sebagaimana mestinya sebuah pusat perbelanjaan atau fungsi publik yang seharusnya memiliki fasad menarik serta konsep yang berbeda yang dapat mengundang orang untuk berkunjung. Hal inilah yang mendorong timbulnya ide untuk membangun proyek “Losari City Walk” yang diharapkan dapat memberikan suatu sarana relaksasi komersial dengan suasana pantai yang pada akhirnya akan melahirkan suatu konsep wisata relaksasi komersial yang berbeda di Indonesia khususnya di kota Makassar.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2009).LOSARI CITY WALK. ().Arsitektur:FTSP
Chicago Style
.LOSARI CITY WALK. ().Arsitektur:FTSP,2009.Text
MLA Style
.LOSARI CITY WALK. ().Arsitektur:FTSP,2009.Text
Turabian Style
.LOSARI CITY WALK. ().Arsitektur:FTSP,2009.Text