// <![CDATA[PUSAT APRESIASI SENI LUKIS KOLASE DI BANDUNG.]]> RANDHI HILWAN PUTRA / 21.2004.079 / AR Dosen Pembimbing 1 Widji Indahing Tyas, Ir, M.T. Nur Laela Latifah, S.T, M.T.
Seni Lukis Kolase, adalah seni lukis yang sangat unik, karena menggunakan berbagai macam bahan yangberbeda serta berasal dari bahan-bahan organik, pelukis merangkai, merakit bahan-bahan tersebut sehingga dapat menjadi sebuah karyaa seni yang indah dn menarik. Sangat dibutuhkan ketelitian yang sangat tinggi dalam penggaapan seni lukis kolase ini. Bandung adalah ibu kota provinsi Jawa Barat, dan lokasi proyek adalah lokasi yang berada di dekat Gedung Sate, dan Monumen Perjuangan yang merupakan Landmark kota Bandung. Proyek ini juga menawarkan tampilan ruang pamer yang lain dari ruang pamer lain untuk menarik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Tema yang diambil dalam proyek tugas akhir ini adalah Representasi Seni Lukis Kolase pada Bangunan yang Kontekstual dengan Kawasan, yang memiliki arti lambang-lambang perwakilan atau ciri seni lukis kolase yang diterapkan dalam bngunan yng kontekstual dengan kawasan. Hal ini dimaksudkan untuk mengubah persepsi museum yang membosankan menjadi bangunan yang menarik dengan berbagai fasilitas yang ada. Proyek Tugas Akhir ini memiliki tujuan diantaranya adalah untukmemperkenalkan serta membangkitkan kecintaan masyarakat terhadap Seni Lukis yaitu Seni Lukis Kolase dan berusaha untuk melestarikannya, karena seni dan budaya adalah jati diri seseorang.Proyek ini berusaha untuk memberikan wadah yang lengkap bagi masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai seni luki kolase. Proyek perencanaan ini diawali dengan menganalisa kondisi tapak, kebutuhan ruang, dan aktivitas yang akan terjadi. Setelah proses perencanaan, kebutuhan ruang yang dibutuhkan disesuaikan dengan luas tapak. Proses perencanaan menjadi titik awal untuk dilanjutkan menuju proses perancangan. Kemudian, segala aspek yang telah dituangkan dalam proses perencanaan dilanjutkan menjadi proses skematik. Semua proses tersebut menjadi satu kesatuan untuk mencapai proses perancangan yang utuh. Metoda yang digunakan adalah metoda analisis yang dilakukan meliputi tahap pengumpulan data (studi literatur, observasi lapangan, wawancara, studi banding, seleksi), tahap analisis dan sintesis, dan tahap pengembangan konsep. Proses konsep perancangan ini mengacu pada hasil analisis dan studi pembelajaran berdasarkan tema dan judul yang diambil. Dengan adanya proyek ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pelestarian kesenian, budaya, dan pendidikan sehingga kesenian di Indonesia akan tetap hidup dan digemari oleh masyarakat luas.