// <![CDATA[TERMINAL BIS GEDEBAGE BANDUNG.]]> SUNARDI / 21.2004.091 / AR Dosen Pembimbing 1 Shirley Wahadamaputera, Ir., MT Dosen Pembimbing 2 Dr. Dewi Parliana, Ir., MSP Dosen Pembimbing 1
Pertumbuhan kota Bandung sebagai ibukota Jawa Barat yang semakin berkembang menjadi kota besar dengan berbagai aktifitas warganya. Perkembangan penduduk yang pesat dapat menimbulkan mobilitas penduduk yang sangat besar. Saar ini salah satu persoalan yang dihadapi kota bandung dari akibat perkembangan penduduk dan mobilitas penduduk adalah masalah transportasi. Dinas Perhubungan (DISHUB) sebagai instansi yang mengelola dan mengatur semua baik sarana dan prasarana transportasi darat di indonesia perlu terus mengembangkan dan meningkatkan pembangunan terminal sejalan dengan permintaan dan kebutuhan jasa angkutan baik untuk penumpang maupun barang. Terminal merupakan tempat penumpang dan barang masuk atau keluar dalam satu jaringan transportasi. Di dalam suatu system transportasi, terminal merupakan sarana dengan kebutuhan biaya dan tenaga kerja terbesar. Terminal juga menjadi suatu titik dengan kemungkinan terjadinya kemacetan (congestion) paling besar. Oleh karena itu pembangunan terminal yang representative akan mampu mendukung semua kegiatan mobilitas penduduk dan perekonomian kota Bandung Kemunculan berbagai masalah yang ada pada bangunan terminal yang ada sekarang ini menyebabkan banyak masalah. Hal inilah yang menjadi landasan utama penelitian untuk merencanakan dan merancang bangunan terminal bis, sehingga memunculkan beberapa pertanyaan yang paling mendasar yaitu “Mengapa bangunan terminal yang ada di Bandung sekarang ini, khususnya terminal cicaheum dan leuwipanjang tidak mampu lagi berfungsi secara maksimal ?” serta “bagaimana cara merencanakan dan merancang bangunan terminal yang layak guna ?”. Maka dari itu perlu diadakannya perencanaan dan perancangan bangunan terminal bis Gedebage sebagai sebagai terminal bis yang dapat menunjang semua kegiatan mobilitas dan perekonomian kota Bandung.