// <![CDATA[GELANGGANG OLAH RAGA BOLA BASKET KOTA BANDUNG.]]> DEVI PUSPITA SARI / 21.2005.004 / AR Dosen Pembimbing 1 ERWIN YUNIAR, ST. MT JUARNI ANITA, ST. M. Eng
Dunia perbolabasketan Tanah Air telah memasuki babak baru. Pada 30 April 2003 resmi diluncurkan Liga Basket Indonesia (Indonesian Basketball League/IBL), sebagai pengganti Kobatama (Kompetisi Bola Basket Utama). IBL merupakan liga basket profesional di Indonesia, lepas dari naungan Perbasi yang dikelola secara mandiri dan profesional. Sehingga olahraga basket semakin populer dikalangan masyarakat, jumlah penonton yang besar disetiap pertandingan dan tingginya persaingan antar tim dan pencinta olahraga ini menjadi bukti kepopulerannya. Bandung adalah ibukota dari Jawa Barat, salah satu kota terbesar di Indonesia. Masyarakat Bandung sangat antusias dengan olahraga terutama cabang olahraga bola basket. Dampak antusiasme masyarakat Bandung dapat jelas terlihat dari adanya klub bola basket Garuda Flexi Bandung yang berkiprah di IBL, meningkatnya jumlah penonton IBL dari tahun ke tahun sehingga menimbulkan gagasan tentang perlunya pembangunan gedung olahraga bola basket bertaraf internasional sekaligus home based bagi klub basket Garuda Flexi Bandung. Gelanggang Olahraga Bola Basket Kota Bandung, yaitu : salah satu lapangan basket internasional yang representatif serta tempat komersial yang menguntungkan. Pada massa bangunan ini dilengkapi dengan Asrama atlet, selain sebagai home based Garuda Flexi Bandung, asrama ini juga bisa dipergunakan sebagai tempat tinggal sementara tim luar pada saat musim pertandingan yang berada/terletak di Bandung. Tujuan dari makalah ini untuk mengetahui, memahami, dan mampu menjelaskan masalah struktur, mekanikal elektrikal, landscaping, aktifitas kegiatan harusnya direncanakan sesuai dengan kebutuhan sehingga memenuhi persyaratan umum mengenai kenyamanan, keselamatan, & keamanan. Metoda kajian dilakukan dengan cara analisis deskriptif yang didasarkan pada analisis terhadap data-data lapangan serta teori – teori yang ada. Hasil dari kajian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa arsitektur khususnya dalam merencanakan bangunan GOR, khususnya untuk merancang bangunan publik yang akan digunakan oleh banyak orang, mempunyai banyak permasalahan yang perlu mendapat perhatian khusus. Misal : masalah struktur, mekanikal elektrikal, landscaping, aktifitas kegiatan harusnya direncanakan sesuai dengan kebutuhan sehingga memenuhi persyaratan umum mengenai kenyamanan, keselamatan, & keamanan.